Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

PDIP Bali Dukung Mega Tapi Tolak Hak Prerogratif
Senin, 14 Pebruari 2005 | 16:42 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Meski secara bulat menyatakan dukungan kepada Megawati Soekarnoputri sebagai calon Ketua Umum PDIP, jajaran pimpinan PDIP Bali menolak mempertahankan hak prerogatif Ketua Umum untuk periode 2004-2009. Sebab, selama ini parameter penggunaannya kurang jelas. Wakil Ketua DPD PDIP Bali Ida Bagus Surjatmadja menyebut, utusan-utusan dari Bali akan meminta hak prerogatif ditinjau ulang. "Agar penggunaannya tidak salah arah dan menjadi bumerang bagi PDIP," tegasnya, Senin (14/2).

Kalaupun kongres memutuskan masih harus ada hak prerogatif, menurutnya, harus ada pemilahan jelas, kebijakan apa yang boleh dilakukan ketua umum dengan hak prerogatifnya.

Hak itu, menurut Surjatmadja, mestinya hanya digunakan untuk keadaan darurat yang menyangkut eksistensi partai. Tapi dalam situasi normal, prosedur dan
mekanisme partai yang harus diutamakan. "Definisi darurat itu yang harus dirumuskan di kongres nanti," katanya.

Mengenai dukungan terhadap Mega, menurutnya, hanya merupakan penegasan dari hasil rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) yang sudah digelar 9 DPC di Bali.
Namun, bukan berarti utusan Bali akan meminta agar Mega dipilih secara aklamasi dan diberi hak sebagai formatur tunggal. "Tidak ada pembicaraan soal itu," tegasnya.

Mengenai dukungan penuh terhadap Mega telah diputuskan
dalam rapat koordinasi DPD dengan DPC yang berakhir pada Minggu malam.

Seperti diketahui, Mega bersedia dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum PDIP jika dia tetap diberi hak prerogratif dan diberi hak sebagai formatur tunggal.

Rofiqi Hasan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pendukung PDI Perjuangan dengan poster megawati saat kampanye Pemilu di bundaran Hotel Indonesia/ HI; Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Bernard Chaniago; 29d/319/99; 2000/05/08]. Mimbar bebas oleh massa pendukung Megawati Soekarnoputri dengan poster Megawati dan spanduk bertuliskan  rawe -  rawe rantas malang - malang putung  di kantor DPP PDI jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok TEMPO; R1A/436/96; 20010222 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kwik: Peta Kekuatan Pra Kongres PDIP Belum Jelas
Mega: Sebenarnya Saya Ingin Pensiun dari Politik
Mantan Presiden Megawati Rayakan Ulang Tahun ke 58
Arifin Panigoro Mundur dari DPR
Usaha Menggusur Megawati dari PDI Perjuangan
Majelis Mujahidin Gagal Bertemu Megawati
Mega Sangkal PDIP Kehilangan Roh Kerakyatan
Megawati Tidak akan Berikan Pidato Politik
KSAL : Saya Masih Perwira Aktif, Belum Pensiun
PDIP Bali Tetap Dukung Mega
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data