Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

Polisi Bongkar Penipuan Berkedok Investasi
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 21:31 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Kepolisian Daerah Bali membongkar penipuan dengan modus menanamkan modal usaha berbunga tinggi, mirip kasus PT Qisar beberapa tahun lalu. Kasus penipuan dengan nilai total Rp 49 miliar lebih ini terbongkar setelah 12 korban yang telah menyerahkan modal miliaran rupiah mengadu ke polisi.

"Modus yang dipakai tersangka berinisial LC ini adalah dengan mengiming-imingi korban yang mau memberikan modal dengan bunga 6 persen per bulan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Polda Bali Komisaris Besar Dewa Made Suharya kepada wartawan, Rabu (2/2).

Dia mengungkapkan, kepada para korban, tersangka mengatakan modal yang diserahkan itu dipakai untuk menjalankan usaha penjualan rol film merk Fuji. Untuk meyakinkan korban, tersangka mendatangkan satu unit kontainer berisi film-film yang dimaksud, untuk dijual di seluruh Indonesia dan luar negeri, seperti Jepang dan Singapura.

Menurut hasil penyidikan sementara, ada 54 korban yang menyerahkan uang untuk modal usaha fiktif ini. Namun, saat ini baru 12 korban yang secara resmi melaporkan kepada polisi. “Tersangka melakukan aksi penipuan ini sejak tahun 2003 dan laporan pertama masuk ke kami mulai Juli 2003," kata Suraya.

Data polisi yang diberikan kepada wartawan menyebutkan sembilan nama korban yang telah menyerahkan uangnya sebagai modal usaha kepada tersangka. Misalnya, korban Afran Maria Gabriela, yang mengaku telah menyerahkan Rp 4.067.175.000, Ni Komang Mariansih Rp 2.375.848.750, Jones Hadi Rp 1.872.500.000, Luh Sri Rosmayanti Rp 724.692.500, dan Krina Dewi Asmarani Rp 525.728.650.

Awalnya, para korban mengaku kalau tersangka lancar membayar bunga sebesar 6 persen tersebut. Namun setelah memasuki bulan ketiga, pembayaran bunga mulai terhenti. "Ada yang tidak dibayar sama sekali, ada juga yang dibayar dengan bilyet giro kosong,” kata Suraya. Jika melihat alamat para korban, tersangka melakukan aksinya hanya di daerah Denpasar. Kebanyakan dari korban adalah teman-teman tersangka sendiri. (Raden Rachmadi)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sindikat Penipu Palsukan Surat Hibah Presiden Megawati


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk61 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data