|
Bali
Nasib 700 TNI dari Bali yang Bertugas di Aceh Belum Diketahui
Kamis, 30 Desember 2004 | 17:51 WIB
TEMPO Interaktif, Singaraja: Sebanyak 700 anggota TNI dari Batalyon Infantri (Yonif) 741 Singaraja yang bertugas di Aceh belum diketahui nasibnya pasca gempa tsunami. Keterangan tersebut disampaikan Komandan Kodim 1609 Buleleng Letkol TNI Arifin kepada Tempo di Singaraja, Kamis (30/12).
"Pasukan sebanyak 700 personil itu merupakan pasukan
Raider yang dikirim Januari 2004 lalu. Mereka sebetulnya sudah akan habis masa penugasannya," tegas Arifin.
Meskipun belum diperoleh kabar kepastiannya, namun
bukan berarti para prajurit itu telah gugur dalam
tugas. "Kita doakan saja mereka semuanya dalam keadaan selamat," lanjut Arifin.
Ketika ditanyakan di kota mana mereka ditugaskan, Letkol TNI Arifin menyebut kota Peurlak.
Meskipun pasukan Yonif 741 itu belum diketahui kapan
akan ditarik kembali ke Bali, kini pihaknya telah
menyiapkan sejumlah prajurit untuk menyusul ke Aceh.
"Pengriman berikutnya memang merupakan penugasan
reguler. Bukan dadakan karena ada bencana alam di
Aceh," tuturnya lagi.
Namun Komandan Kodim Buleleng itu belum tahu pasti
kapan mereka akan diberangkatkan ke Aceh. Kini pihaknya tinggal menunggu perintah atasan. "Bisa Januari 2005, bisa juga Februari. Kami tak tahu pasti, sifatnya kami tinggal menunggu perintah," katanya dalam perbincangan singkat dengan Tempo di sela-sela mengikuti kunjungan Gubernur Bali di daerah Bali utara.
Made Mustika
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|