Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bali

Nasib 70 Anggota Polda Bali Belum Diketahui
Rabu, 29 Desember 2004 | 15:23 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar: Hingga hari ini, Rabu (29/12), keberadaan 70 anggota Polda Bali dari satuan Samapta yang bertugas di Pidie, Nanggroe Aceh Darussslam, belum jelas. Sedangkan Polda Bali baru menerima informasi, 100 pasukan Brimob yang dinas di Aceh Utara dan 35 prajurit Samapta yang tugas di Aceh Selatan selamat dari bencana gempa bumi.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisi Raniban menjelaskan, anggota Polda Bali yang bertugas di NAD berjumlah 205 orang. Mereka terdiri atas 100 prajurit Brimob, 70 anggota Samapta, dan 35 polisi. Polda Bali terus berupaya melakukan kontak dengan pejabat di berbagai instansi di NAD, termasuk berusaha menghubungi Kapolda Aceh. "Pak Ernawi (Direktur Samapta) tiap menit berkomunikasi ke Aceh. Kita agak kesulitan karena berbagai fasilitas komunikasi di Aceh rusak," tambahnya.

Menurut Reniban, ke-100 anggota Brimob yang selamat ditempatkan di Aceh Utara. Mereka tidak kena imbas gempa bumi, lantaran bertugas di daerah pegunungan dan jauh dari pantai. Sedangkan 35 anggota Samapta Polda Bali
mendukung kekuatan pasukan di sejumlah Polres dan Polsek di Aceh Selatan. "Wilayah yang ditempati 105 anggota Polda Bali di Aceh tidak termasuk daerah korban bencana alam," ucapnya.

Sementara itu, untuk membantu warga Aceh, jajaran Polda Bali diminta mengumpulkan sumbangan untuk dikirim ke daerah yang tertimpa bencana alam. Aksi solidaritas juga digelar berbagai kelompok masyarakat di Denpasar, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Denpasar, Aliansi
Jurnalis Independen (AJI) Bali dan sejumlah Lembaga Swadaya masyarakat di Bali.

Rofiqi Hasan


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134
Maumere Setelah Badai Tsunami

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Malaysia Pertimbangkan Tunda Deportasi TKI
Yang Perlu Diperhatikan Bila Memberi Bantuan
Alat Transportasi Jadi Kendala Pemberian Bantuan
Wapres Himbau Perayaan Tahun Baru Dilangsungkan Sederhana
Pengungsi Kesulitan Air Bersih dan Obat-Obatan
Polda Jateng Berangkatkan 1 Batalyon Brimob Ke Aceh
Menpora Kirim 200 Relawan ke Aceh
Ketua DPR: APBN 2005 Diprioritaskan Untuk Aceh
Meneg PP Akan Bentuk Trauma Center di Aceh
Lima Anggota Korem Wirasakti Kupang Tewas di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Inikah Gempa Itu?
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data