|
Bali
Pengumuman Penerimaan CPNS di Bali Terlambat
Senin, 27 Desember 2004 | 11:30 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar: Pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi di Bali, terlambat. "Kami baru terima tadi malam pengumuman hasil tes dari Jakarta. Jadi, mestinya diumumkan pagi ini, terpaksa kami undur di atas pukul 14.00 Wita nanti," ungkap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Kabupaten Badung I Wayan Suambara, kepada wartawan, Senin (27/12).
Keterlambatan ini juga terjadi di Departemen Agama se-Provinsi Bali. Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Bali I Gusti Made Ngurah, pengumuman
tes baru dikirim Senin pagi. "Memang dari Jakartanya terlambat. Saya saja baru menandatangani pengumuan itu pukul 20.00 Wita tadi malam (Minggu, 26/12). Pengumuman untuk kabupaten baru ditandatangani tadi pagi (Senin,
27/12). Paling tidak, nanti siang baru bisa tertempel di masing-masing kabupaten," ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/12).
Menurut pantauan Tempo di instansi-instansi yang mengumumkan hasil tes CPNS, beberapa orang peserta tes yang sudah datang dari berbagai daerah di Bali,
tampak kecewa. Sebagian besar diantara mereka mengira, pengumuman akan disampaikan di Denpasar. "Tapi setelah sampai di sini, katanya pengumuman sudah dikirim ke masing-masing kabupaten. Saya merasa di-ping pong," keluh Wayan Suarna, peserta tes CPNS di Departemen Agama, asal Buleleng.
Kekecewaan serupa juga terjadi di Kantor Bupati Badung. Ribuan orang yang sudah memadati area parkir sejak pukul 06.00 Wita, terpaksa harus menunggu hingga siang, karena pengumuman yang mereka tunggu belum juga dipasang. "Tahun lalu saya ikut tes, tidak terlambat seperti sekarang ini. Sekarang sepertinya tambah kacau. Padahal pemerintahannya sudah baru. Bagaimana ini?," kata Made Sukarta Jaya, salah seorang pelamar tenaga adminstrasi di Pemkab
Badung.
Namun keterlambatan tersebut tidak terjadi di Kabupaten Bangli. Bahkan pemerintah daerah setempat, sudah mengumumkan hasil tes di media cetak lokal Bali. Dari publikasi itu, tercatat 58 orang tenaga kesehatan, 10
orang guru TK, 65 orang guru SD, 41 orang guru SMP, 12 orang guru SMA, 9 orang guru SMK, dan 65 orang tenaga strategis lainnya, dinyatakan lulus.
Raden Rachmadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|