|
Bali
Munas Sempat Tegang
Jum'at, 17 Desember 2004 | 13:00 WIB
TEMPO Interaktif, Nusa Dua: Hari kedua, Jumat (17/12), Munas Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, sempat ricuh. Ini terjadi ketika Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumatera Utara dalam pandangan umumnya menyebutkan Surya Paloh sebagai calon ketua umum. Dalam acara pandangan umum ini, Sumatera Utara mendapatkan giliran ke-40.
Mendengar penyebutan nama itu, Laurence Siboya, pengurus DPP Partai Golkar yang menjadi anggota pimpinan Munas, interupsi. Interupsi ini diterima pimpinan sidang Munas Ridwan Hisyam. Kemudian, Laurence Siboya langsung menjelaskan posisi DPD Sumatera Utara atas calon ketua umum yang dijagokannya. Siboya lalu membacakan hasil keputusan musyawarah daerah Partai Golkar Sumatera Utara yang diperluas (melibatkan 25 DPD II se-Sumatera Utara). Berdasarkan Musda yang diperluas itu, Sumatera Utara secara bulat mendukung Akbar Tandjung sebagai calon ketua umum.
Sementara itu, Jhony Sitorus, Ketua DPD Partai Golkar kabupaten Dairi membenarkan, berdasarkan Musda Partai Golkar Sumatera Utara calon ketua umum yang dijagokan adalah Akbar Tandjung bukan Surya Paloh. Menurut Jhony, pandangan umum Sumatera Utara yang dibacakan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Ali Umri, hanyalah pendapat pribadi. "Sumut mendukung Surya Paloh itu hanya pendapat pribadi Ali Umri, kita sudah Musda dan calon yang kita jagokan adalah Akbar Tandjung," kata dia.
Peristiwa ini sempat memancing reaksi dari peserta Munas. Para pendukung Jusuf Kalla dan Surya Paloh meminta agar Laurence Siboya turun dari podium. Sedangkan pendukung Akbar Tandjung meminta pembacaan hasil Musda Sumatera Utara diteruskan. Suasana gaduh itu akhirnya berakhir ketika pimpinan sidang munas menyilahkan kepada peserta Munas untuk istirahat makan dan salat Jumat.
Sunudyantoro/Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|