Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

WHYO : Stop Komersilkan Pura
Selasa, 30 November 2004 | 18:46 WIB

TEMPO Interaktif, Bali:Pertemuan pertama Organisasi Pemuda Hindu Sedunia (WHYO) yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali merekomendasikan untuk menghentikan komersialisasi pura.

Dalam pertemuan ini juga ditentukan Amerika Serikat menjadi tempat pertemuan WHYO pada tahun 2006 mendatang.

"Kami minta keberadaan pura dikembalikan ke fungsi awal sebagai tempat sembahyang. Jadi kami merekomendasikan untuk menghentikan komersialisasi pura," kata Presiden World Hindu Youth Organization (WHYO) AA Ngrh Arya Wedakarna kepada Tempo, Selasa, (30/11).

Rekomendasi ini tertuang dalam pertemuan 1 st World Hindu Youth Summit 2004 yang diselenggarakan mulai tanggal 26-30 November 2004. Peserta dihadiri oleh 99 dari negara Amerika Serikat, India, Malaysia, Australia, dan Indonesia.


Perubahan fungsi pura, kata dia, menjadi keprihatinan para peserta khususnya dari delegasi Indonesia. Menurut Arya selama ini fungsi pura lebih dominan sebagai obyek wisata ketimbang tempat sembahyang.

Bahkan, di Pulau Jawa yakni Candi Prambanan, fungsi pura nyaris tak lagi berfungsi menjadi tempat sembahyang. "Candi Prambanan lebih banyak menjadi fungsi obyek wisata ketimbang tempat sembahyang," katanya.

"Boleh saja ini menjadi tempat wisata, tetapi harus diawasi."


Dia menyebutkan dalam pura terdapat bagian utama mandala, madya mandala dan alit mandala. Untuk lokasi utama mandala dia menyarankan agar masuk kawasan steril dari para pelancong. "Kalau madya dan alit mandala boleh saja para wisatawan masuk, tetapi yang utama mandala sebaiknya jangan."


Peserta lain Murti Adyaksa yang ditemui Tempo juga menyatakan keprihatian yang mendalam soal komersialisasi. Hanya saja komersialisasi yang dia maksudkan adalah soal upacara Ngaben yang menurut dia sangat sakral. "Saya kurang setuju kalau upacara ini boleh dilakukan pemotretan," ujar Ketua Siswa Hindu Indonesia ini.

Mengenai jalan keluarnya, Arya mengatakan pertama kali yang harus dilakukan adalah dengan mengamandemen Undang-undang Cagar Budaya.

Untuk upaya ini WHYO, katanya, akan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada Dinas Pariwisata dan pejabat wilayah seperti camat. Untuk itu, kata Arya, mulai Desember pihaknya akan segera merancang program nasional.

Rekomendasi lain yang menjadi poin penting dalam pertemuan ini adalah menyarankan kaum muda Hindu untuk melakukan vegetarian dan ahimsa (ajaran tanpa kekerasan).

Untuk vegetarian, hal yang akan mereka lakukan adalah tidak menyantap daging sapi. Sementara untuk bidang pendidikan, WHYO merekomendasikan pendidikan seks remaja di sekolah. "Mulai Januari kami akan melakukan penambahan jam pendidikan seks di SMP dan SMA," kata Arya.

Mohan Singh yang mewakili kaum tua menyatakan pertemuan ini sangat revolusioner. Menurut dia pemikiran anak muda Hindu dalam pertemuan ini menghasilkan hal yang luar biasa.

Dalam berkomunikasi dengan negara lain yang notabene berbahasa Inggris mereka bisa aktif mengikuti dan menghasilkan pemikiran luar biasa. "Mereka anak-anak muda yang harus didukung," katanya.

Pertemuan internasional ini juga menunjuk Arya Wedakarna menjadi Presiden WHYO 2004-2006. Sebagai wakil presiden masing-masing dari negara adalah Soni Darshan (USA), Murti Adyaksa (Indonesia), Rajitna (Malaysia), Dr. Malati (India), dan Vasudeva Acharya (Australia).

Pertemuan kedua WHYO secara aklamasi memilih Washington DC, Amerika Serikat menjadi pertemuan pada 2006 mendatang. (bernarda rurit)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pemerintah Dinilai Gagal Mengerem Pemekaran Daerah
Batal Tes DNA di Indonesia, WNI Korban Spanair ke Spanyol
DPD: Masyarakat Jenuh dengan Pilkada
Koalisi Akan Bahas Krisis Pakistan
PLN Gandeng Polisi Atasi Pencurian Listrik

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data