|
Bali
Hendropriyono Bantah Mundur sebagai Kepala BIN
Sabtu, 23 Oktober 2004 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar: Letjen Hendropriyono membantah mundur sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Menurutnya, yang terjadi adalah telah habisnya masa jabatannya sehingga dia tidak lagi memiliki kekuasan atas lembaga tersebut. "Sebetulnya tidak ada pengunduran diri dan saya tidak merasa mundur, tetapi masa tugas saya sudah selesai," katanya di Kuta, Bali, Sabtu (23/10).
Hendro berada di Bali untuk bertemu dengan Presiden Republik Timor Leste Xanana Gusmao sebagai pembina Asosiasi Tinju Indonesia.
Melalui Keputusan Presiden Megawati Nomor 170 M, Hendro diberhentikan dengan hormat sebagai kepala BIN pada 20 Oktober lalu. Kemudian Megawati juga mengeluarkan Keppres Nomor 37 Pens yang mempensiunkan dirinya sebagai anggota kabinet. "Maka sejak itu saya bukan lagi kepala BIN dan karena saya khawatir kalau terjadi apa-apa menjadi tidak jelas siapa yang harus bertanggungjawab maka saya berinisiatif menyerahkan kekuasaan ke wakil saya, juga karena saya tidak tahu kapan kepala BIN akan ditunjuk," tegasnya.
Alasan lain dari tindakan itu karena dalam pengumuman kabinet Indonesia Bersatu jabatan kepala BIN tidak dicantumkan dalam kabinet dan berarti Kepala BIN bukan lagi anggota kabinet sebagaimana di zaman Presioden Megawati.
Hendro membantah bahwa dia merasa tidak cocok dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menegaskan, sebagai bentuk pertanggungjawab moril,
dirinya akan melapor ke SBY mengenai kondisi BIN itu. Namun, Hendro belum meminta waktu atau pun mendapat panggilan dari SBY. Hendro juga berencana membuat surat resmi kepada SBY.
Rofiqi Hasan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|