Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Penolakan Koalisi Kebangsaan Mengemuka di Rakernas PDIP
Selasa, 28 September 2004 | 21:33 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Meskipun rekomendasi Rakernas XII PDI Perjuangan yang dibacakan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Sutjipto, mendukung untuk diteruskannya kerja sama sinergis dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, namun suara utusan DPD yang hadir di Ruang Hai Lai Hotel Inna Grand Bali Beach, Selasa (28/9), tidak secara bulat menyatakan setuju koalisi dilanjutkan.

Roy BB Janis, salah seorang Ketua DPP, ketika keluar dari ruang pertemuan menggambarkan dari 18 DPD yang telah memberikan pandangannya, mayoritas menolak koalisi dilanjutkan.

Rakernas sendiri diikuti oleh utusan (ketua, sekretaris, bendahara) 30 DPD dari 32 DPD yang ada di seluruh Indonesia. Dua DPD yang tidak hadir adalah DPD Gorontalo dan Papua.

Saat Roy BB Janis keluar ruang, pertemuan masih berlangsung. "Mayoritas dari mereka yang sudah
menyampaikan pandangannya menganggap koalisi tidak efektif, sehingga tidak perlu dilanjutkan," kata Roy yang memang kencang menyuarakan dihentikannya koalisi. "Ya, karena memang susah mencampur air dengan minyak."

Arifin Panigoro yang ditemui Tempo saat keluar ruang pertemuan juga mengatakan hal serupa. Menurut Arifin, mayoritas peserta Rakernas menyatakan koalisi tidak perlu diteruskan. "Faktanya hampir di seluruh daerah pasangan Mega-Hasyim kalah," kata Arifin mengutip pernyataan-pernyataan yang terlontar dari peserta Rakernas.

Arifin Panigoro pun melihat sikap para peserta Rakernas sebagai hal yang positif, berani mengemukakan pendapat yang berbeda dengan DPP. "Ibu Megawati pada pengarahannya bilang Koalisi Kebangsaan bersifat permanen sehingga perlu diteruskan. Tapi mayoritas peserta Munas justru menyatakan tidak perlu diteruskan," jelas Arifin Panigoro.

Berdasarkan data yang diperoleh Tempo, paling tidak enam DPD yang bersuara cukup keras menolak dilanjutkannya koalisi. Sementara itu, utusan Jawa Timur, di samping meminta DPP untuk mempertimbangkan kembali perlunya koalisi, juga menyebutkan adanya keuntungan yang didapat dari adanya koalisi.

Di DPRD Kabupaten Probolinggo, PDI Perjuangan hanya memiliki tujuh kursi. Tapi berkat sokongan partai-partai yang tergabung dalam koalisi, kader PDI Perjuangan bisa menduduki kursi Ketua DPRD setempat.


Jalil Hakim - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PPP Dukung Golkar, Siapkan Wakil Ketua DPR
Rakernas PDIP Desak Penegakan Disiplin Pengurus
Pemilih Golput di Jatim 6,2 Juta Suara
Imparsial Minta DPR Kontrol Pembentukan Dewan Keamanan
Tim Mega-Hasyim Jatim Tolak Tandatangani Rekapitulasi Surat Suara
Struktur Kabinet SBY Berjumlah 32
KPU Akan Eksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi
Akbar Siapkan Empat Nama untuk Posisi Ketua DPR
Ginandjar Siap Jadi Ketua DPD
KPU Tetap Minta MPR Dilantik Tanggal 1 Oktober
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data