|
Bali
Pemilu Presiden di Buleleng Terancam Batal
Kamis, 16 September 2004 | 15:08 WIB
TEMPO Interaktif, Buleleng: Penyelenggaraan pemilihan presiden tahap kedua di Kabupaten Buleleng, Bali, terancam batal. Setidaknya bisa kacau. Hal itu terjadi karena anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kecewa lantaran tidak ada honor lagi buat mereka pada pilpres 20 September nanti.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng Wayan Rideng ketika dikonfirmasi masalah tersebut membenarkan adanya ancaman dari sejumlah KPPS untuk memboikot pelaksanaan pemilupresiden putaran kedua.
"Ya, buktinya mereka pada pulang mendahului setelah kami beritahukan kondisi yang sebenarnya. Bahwa mereka kemungkinan tidak akan mendapat honor pada pilpres putaran kedua," ujar Rideng usai memberikan pengarahan kepada para ketua KPPS se-Buleleng di Singaraja, Kamis (16/9).
Kamis (16/9), KPU Buleleng secara khusus mengundang para
ketua KPPS untuk diberikan penjelasan tentang tatacara
pelaksanaan pemilu presiden 20 September 2004.
Sosialisasi itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna
Kelurahan Banjar Jawa Singaraja. Selain menjelaskan
tatacara pemilu putaran terakhir, Rideng juga
menyampaikan sesuai SK KPU Pusat tertanggal 19
Juli 2004, honor untuk KPPS dibayarkan untuk empat
bulan. Yakni bulan Maret, April, Juli, dan September.
Keterangan Wayan itu langsung menimbulkan keriuhan di
antara para KPPS. Sebab pada awal perekrutan KPPS,
mereka dijanjikan akan diberi honor tetap selama tujuh
bulan sejak Maret sampai September.
Namun belakangan ada aturan baru yang dikeluarkan KPU Pusat yang menegaskan hanya 4 bulan honor mereka dibayar. "Kami kena jebak," ujar Made Suarsana, Ketua KPPS di TPS 3 Desa Anturan Kecamatan Buleleng.
Celakanya, honor empat bulan itu sudah dicairkan
seluruhnya pada Juli 2004 lalu. Sehingga usai
pelaksanaan pemilu 20 September nanti, praktis anggota
KPPS tak akan terima apa-apa lagi. "Saya kira
pembayaran bulan Juli lalu itu untuk honor Maret,
April, Mei, dan Juni. Tahunya untuk kegiatan September
juga," kata Made Asman, anggota KPPS dari Kelurahan
Banyuning.
Made Mustika - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|