|
Bali
Mesin PLTGU Pemaron Bermasalah
Senin, 30 Agustus 2004 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Singaraja:Rencana pengoperasian PLTGU Pemaron, Bali, terus mengalami pergeseran waktu. Hal itu terjadi karena mesin pembangkit yang merupakan mesin bekas PLTG Tanjung Priok, Jakarta, menimbulkan masalah dan belum berhasil diatasi.
Saat dilakukan penyetelan, mesinnya mengeluarkan suara bising sehingga harus dibongkar kembali. Demikian ditegaskan Manajer Proyek PLTGU Pemaron Ir. Patemin Eko Dwinanto ketika ditemui di kantornya di Desa Pemaron, Singaraja, Senin (30/8).
"Kami memang berharap proyek ini segera selesai. Tapi Tuhan kiranya punya keinginan lain," ujar Patemin menghaluskan ungkapannya.
Setidaknya sudah dua kali PT Indonesia Power mengoreksi pengoperasian proyek dimaksud. Rencana awal, PLTGU Pemaron diharapkan sudah koneksi dengan jaringan listrik Jawa-Bali pada pertengahan Juli 2004. Ternyata rencana itu gagal. Kemudian ditetapkan pertengahan Agustus 2004, tapi lagi-lagi tak bisa ditepati.
"Sekarang malah sudah akhir bulan Agustus, tapi persoalan masih ada juga. Mudah-mudahan pertengahan September nanti salah satu dari dua unit sudah bisa menghasilkan listrik," lanjut Patemin.
Menurutnya, mesin unit II yang diuji coba lebih dulu ternyata mengalami masalah. Ada suara yang tak normal dikeluarkan oleh mesin. Oleh karena itu para teknisi PT Indonesia Power kini tengah berjuang keras untuk mengetahui sumber suara yang tak semestinya ada.
Meskipun ada gangguan demikian, ketika diuji coba pembangkit PLTG unit II tersebut berhasil membangkit listrik 48 MW. Kini, selain terus memperbaiki mesin unit II, PT Indonesia Power juga tengah melakukan penyetelan pada mesin unit I. Jika tidak ada masalah, diharapkan pada pertengahan September nanti, mesin unit I itu sudah bisa koneksi ke sistem jaringan listrik Jawa-Bali.
Made Mustika - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|