|
Bali
Jelang Kampanye Capres, Polda Bali Siaga Satu
Jum'at, 28 Mei 2004 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Bali:Meski kampanye calon presiden dan wakil presiden belum berlangsung, namun sejak Jumat (28/5) kemarin Kepolisian Daerah (Polda) Bali sudah menetapkan siaga satu bagi anggotanya.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Pangasihan Gaut, penerapan status siaga satu itu, bukan karena situasi di Bali menjelang pemilu presiden sedang gawat.
"Pemberlakuaan status itu, hanya agar semua anggota
kepolisian di Bali waspada. Itu merupakan standar baku antisipasi keamanan," katanya ketika ditemui usai acara gelar pasukan pengamana pemilu presiden di Mapolda Bali.
Selain itu, pihaknya juga melihat dari pengalaman pemilu legislatif lalu, Bali selalu menjadi pusat perhatian para calon presiden dan wakil presiden. Beberapa tokoh nasional pada kampanye legislatif lalu mulai dari Wiranto, Megawati, dan SBY, sempat datang. ”Mereka semua itu kan juga menjadi capres sekarang. Kemungkinan ketika
kampanye presiden nanti, mereka akan datang ke sini juga besar. Jadi kami akan mengantisipasi hal ini," paparnya.
Gaut mengungkapkan personil Polda Bali yang dilibatkan dalam pengamanan pemilu presiden nanti berjumlah 7.200 personil dari semua kesatuan. Secara teknis operasi menurutnya, tidak ada perubahan yang berarti dari pola operasi saat pemilu legislatif. "Tetapi bisa saja terjadi pergerakan pasukan. Kalau pemilu legislatif lalu, ada pasukan yang ditempatkan di Polda, maka sekarang bisa bergeser ke Polres atau Polsek,"
sambungnya.
Mengenai antisipasi kerusuhan yang kemungkinan timbul, menurut Gaut, tergantung skalanya. "Jika keributan kecil saja, yang diturunkan hanya pasukan Dalmas (pengendalian massa) dari Polres. Kalau mereka tidak mampu, maka Dalmas Polda yang akan diturunkan. Kalau juga tidak bisa dikendalikan, maka pasukan Brimob yang akan menanganinya," tuturnya.
Dari total jumlah personil sebanyak itu, 6 regu sudah disiapkan secara khusus. "Mereka ini mendapat latihan khusus dari Australian Federal Police (AFP), terutama dalam masalah terorisme," tambahnya.
Peralatan standar pengawalan seperti kendaraan pengawalan dari Direktorat Lalulintas, kendaraan taktis, kendaraan Pasukan Pengedalian Massa, kendaraan
water cannon, hingga beberapa unit ambulans, sudah disiapkan. "Namun kami tidak bisa merinci berapa banyak jumlah kendaraan dan peralatan yang
disiapkan," tambahnya.
Meski mereka sudah dilatih selama delapan bulan, namun dalam operasi pengamanan itu, mereka hanya ditempatkan di ring dua. Ring satu merupakan tanggungjawab Detasemen 88, yang didatangkan langsung dari Mabes Polri.
“Jadi kalau pada pemilu legislatif lalu bantuan terakhir kami minta dari pihak TNI, sekarang Deatsemen 88 yang akan menjadi palang pintu terakhirnya. Mereka ini juga dilengkapi oleh keahlian anti teror," tambah Direktur Reserse dan Kriminal Polda Bali Komisaris Besar Polisi Dewa Made Suharya, saat ditemui di tempat yang sama.
Meski ada pemisahan tanggung jawab seperti itu, kendali operasi tetap di bawah Kapolda Bali Inspektur Jendral Made Mangku Pastika, sebagai Kepala Operasi Daerah (Kaopsda). "Teknis hariannya dipimpin oleh Kepala Biro
Operasi Polda Bali Kombes Gatot Chamdani," sambungnya.
Raden Rachmadi – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|