Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Lima Kapolres di Bali Diganti
Jum'at, 30 April 2004 | 12:27 WIB

TEMPO Interaktif, Singaraja:Lima dari sembilan Kepala Polres di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali diganti. Mereka adalah Kapolres Karangasem, Klungkung, Gianyar, Tabanan, dan Buleleng. Pergantian itu diakui tepat waktu, khususnya berkaitan dengan upaya menyongsong pemilu presiden 5 Juli nanti.

Demikian dijelaskan Kapolda Bali Irjen Made Mangku
Pastika di Singaraja usaii bertindak selaku inspektur
upacara dalam acara serah terima jabatan Kapolres
Buleleng dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Moch.
Safei kepada penggantinya AKBP Andi Loedianto, Jumat
(30/4).

"Pergantian para Kapolres ini tepat waktu.
Karena bagi pejabat yang baru masih ada waktu sekitar
dua bulan untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang
mungkin ada saat pemilu presiden nanti," ucap Pastika kepada para wartawan yang
mengerumuninya.

Dia menjelaskan, secara umum konflik di Bali dipicu oleh dua hal. Pertama oleh masalah adat, dan yang kedua oleh pergesekan politik. Khusus masalah
adat, konflik bisa terjadi setiap saat tidak tergantung ada atau tidak ada pemilu.

Sedangkan konflik sosial yang dipicu oleh kepentingan politik
memang memperoleh momentumnya pada saat-saat pemilu.
Jika pemilu usai, konflik sosial sebagai akibat kepentingan politik biasanya mereda.

Kapolda berpesan kepada para Kapolres
yang baru dilantik agar segera melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengetahui secara dini ancaman dan gangguan yang mungkin ada. "Jangan
biarkan anasir-anasir atau pihak-piahk tertentu
berkembang sehingga mengganggu keamanan masyarakat,"
tandasnya seraya menjelaskan bahwa khusus di Bali masalah keamanan relatif sangat peka karena bersinggungan dengan industri pariwisata sebagai
andalan perekonomian rakyat Bali.

Kepada bawahannya, mengimbau agar
jangan terlena dengan keamanan yang tercipta pada
pemilu legislatif 5 April lalu yang secara umum memang relatif
aman.

Boleh jadi, lanjut Kapolda, justru setelah pemilu
legislatif selesai muncul ketidakpuasan baru akibat
tidak berhasil meraih kursi di lembaga legislatif.

"Bisa juga begitu. Khususnya bagi mereka yang tidak
memperoleh apa-apa dalam pemilu lalu akan memprovokasi
massa untuk menciptakan gangguan kemanan. Karena itu
kami selalu dan akan terus waspada," katanya.

Made Mustika – Tempo News Room


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
 
Berita Terkait

Herman Prayitno Jabat Wakil KSAU
Komisaris Jenderal Polisi Erwin Mappaseng Diganti
Kapolres Akui Beri Perintah Tembak di Tempat
Herman Dipromosikan Jadi Wakil KSAU
Kapolres Manggarai Diganti
Hotmangaradja Jabat Kadispen TNI AD
Mayjen Agustadi Dilantik sebagai Pangdam Jaya
Polsek Khusus Bandara Menjadi Polres
Jabatan 10 Perwira Tinggi Polri Diserahterimakan
Kepala Staf Angkatan Laut Lantik Komandan Seskoal
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [0] komentar


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data