Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Target Perhitungan Suara Daerah Molor
10 April 2004

TEMPO Interaktif, Bali:Pengumuman perolehan suara hasil pemilihan umum (Pemilu) partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng, Bali kembali molor. Awalnya, KPU Buleleng mentargetkan Jumat (9/4) sudah bisa memperoleh data final dari sembilan panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang ada. Namun sampai Sabtu (10/4), baru 3 PPK atau sekitar 33% yang menyerahkan data final.

"Mudah-mudahan hari Minggu (11/4) semua PPK sudah selesai dan melaporkan data finalnya kepada kami," ujar Ketua KPU Buleleng Wayan Rideng di ruang
kerjanya, Sabtu (10/4). Rideng tidak menampik ketika ditanyakan soal tenggat waktu yang terus molor. Tiga PPK yang telah menyerahkan hasil tabulasi hasil
pemilu 2004 adalah Kecamatan Busungbiu, Seririt, dan Banjar. PPK Kecamatan Sawan sebenarnya sudah melaporkan hasil pemilu ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), namun karena ada kesalahan, maka terpaksa KPU setempat mengembalikan lagi untuk dikoreksi.

Tampaknya pekerjaan melakukan tabulasi perolehan suara memang sulit dan memerlukan kecermatan. Hal itu diakui oleh para petugas PPK di Kecamatan Buleleng.
Karena itu harapan agar hari Minggu semua data sudah bisa disetor ke KPUD bakal tidak terpenuhi. "Kalau hari Minggu kami tak yakin akan rampung. Jangankan hari Minggu, hari Senin (12/4) pun kami ragu akan bisa menyelesaikan," kata Gede Tanaya, anggota PPK Kecamatan Buleleng. Jika PPK Kecamatan Buleleng tidak bisa menyelesaikan hari Minggu, maka otomatis target KPU Buleleng juga bakal tergeser lagi.

Gede Tanaya menjelaskan, PPK Kecamatan Buleleng paling lambat merampungkan pekerjaan karena memiliki Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbanyak dibanding PPK-PPK lainnya. "Kami harus merekap hasil di 292 TPS. Sementara di kecamatan lain
kurang dari 200 TPS. Jelas kami sedikit kedodoran dibanding rekan kami di kecamatan lain," tuturnya.

Selain molor di tabulasi manual, keadaan yang sama juga terjadi pada proses data entry komputer. Hal ini diakui sendiri oleh koordinator subsimpul data entry
perhitungan hasil suara pemilu 2004 Kabupaten Buleleng Abdul Rasyad di Singaraja, Sabtu (10/4). "Sebetulnya kami kan dikontrak hanya empat hari kerja sejak hari
pencoblosan. Tapi sampai hari ini anak buah kami masih ada yang belum selesai, padahal sudah molor dua hari dari jadwal kontrak," tegas dia.

Rasyad menambahkan, sampai saat ini baru enam kecamatan
yang berhasil diselesaikan pekerjaannya. Tiga kecamatan yang belum adalah Kubutambahan, Tejakula, dan Gerokgak. "Anak buah saya masih terus bekerja di
tiga kecamatan tersebut. Mereka tidak bekerja seharian kemarin karena data yang ditunggu-tunggu dari PPS tidak muncul. Jadi persoalannya di situ," jelas dia.
Namun demikian Rasyad tidak mau menyalahkan pihak Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun PPS,. Sebab pihaknya menyadari betul petugas di lapangan sudah pontang panting bekerja.

Yang salah,menurutnya adalah KPU Pusat. Sebab pihak KPU tidak pernah
memberikan penjelasan tata-cara pengisian blanko hasil pemilu kepada petugas terbawah. Apalagi blanko-blanko dimaksud diterima waktunya terlalu dekat yakni pada H-2 atau H-1 pencoblosan.

KPU Pusat juga akhirnya tidak cermat memperhitungkan waktu untuk memasukkan ke data entry komputer/internet. "Kami dikontrak selama 4 hari. Tapi
ternyata waktu hari itu tidak mencukupi," kata dia.

Sementara itu dari data yang berhasil diakses pada Sabtu siang, perolehan suara sementara masih tetap didominasi PDIP dengan 41%. Partai Golkar bertengger
di posisi kedua (17%), ketiga PKPB (11%), keempat PNI Marhaenisme (4,6%), kelima Partai Demokrat (4,5%). Sepuluh besar berikutnya adalah PPDI (3,9%), PIB (3,07%), Partai Pelopor (2,9%), PKP Indonesia (2,88%), dan PNBK (2,6%).

Made Mustika – Tempo News Room


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

KIPP : Penghitungan Suara Ulang Sah-Sah Saja
Parpol Tidak Melaporkan Dana Kampanye
Serikat Pekerja BEJ Bantah Iklan Pemilu PKPB
Amien Tolak Komentari Perolehan PAN
Aliansi Partai Minta Penghitungan Ulang Manual

 
Berita bali Lainnya

Keluarga Tarsa Diasingkan, Simpati Pun Berdatangan
(Rabu, 21/04/2004 | 18:06 WIB)
Gempa 4,5 Skala Richter Guncang Bali
(Sabtu, 17/04/2004 | 13:44 WIB)
Polisi Awasi Pengelola BDB
(Jum'at, 16/04/2004 | 20:19 WIB)
Target Perhitungan Suara Daerah Molor
(Sabtu, 10/04/2004 | 18:00 WIB)
Pasokan Data Hasil Pemilu di Bali Mungkin Macet
(Kamis, 08/04/2004 | 19:39 WIB)
Amrozi: Baasyir sebagai Tersangka, Cuma Rekayasa
(Senin, 05/04/2004 | 18:26 WIB)
Polisi Bali Tahan Pengusaha Arak
(Jum'at, 26/03/2004 | 15:43 WIB)
Sukmawati Kembali Kampanye di Bali
(Rabu, 24/03/2004 | 22:39 WIB)
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh
(Sabtu, 20/03/2004 | 15:06 WIB)
Ngurah Rai Tutup 25 Jam Menghadapi Nyepi
(Jum'at, 19/03/2004 | 18:20 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data