|
Bali
Pasokan Data Hasil Pemilu di Bali Mungkin Macet
08 April 2004
TEMPO Interaktif, Singaraja: Pasokan data hasil perhitungan suara dari tiap-tiap daerah pemilihan ke pusat sistem perhitungan suara Pemilu 2004 di Jakarta bisa-bisa mandeg seketika. Pasalnya, para petugas yang memasukkan di tiap-tiap kecamatan hanya dikontrak 4 hari kerja. Namun empat hari tak cukup. Para petugas Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) belum berhasil merampungkan
pekerjaan mereka.
Hal itu diungkapkan Abdul Rasyad, koordinator pemasok data penghitungan suara Pemilu 2004 Kabupaten Buleleng, di Singaraja, Bali, Kamis (8/4). "Yang jelas kami hanya dikontrak empat hari kerja. Karena itu kami minta petunjuk konsorsium pusat, apakah kami terus melanjutkan
kerja atau berkahir hari ini," kata Rasyad di Kantor
KPU Buleleng.
Rasyad menambahkan, jika ia dan anggotanya harus
melanjutkan pekerjaan sampai seluruh proses data
selesai, maka penambahan hari kerja itu harus diperhitungkan sesuai dengan prinsip profesionalisme.
Menurut dia, perhitungan suara yang molor di PPK,
tidak bisa disalahkan kepada para petugas di bawah.
Sebab beban pekerjaan yang menjadi tanggungjawab KPPS,
PPS, dan PPK memang amat berat.
Para petugas itu belum pernah mengerjakan isian blanko model Pemilu sekarang ini. Ditambah logistik pemilu yang terlambat diterima petugas di bawah. "Para petugas di daerah itu tidak sempat diberikan penjelasan tata-cara mengisi formulir hasil pemilu," jelas dia.
Untuk subsimpul Buleleng, Abdul Rasyad mengkoordinir
36 orang yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari
sembilan kecamatan di Buleleng, baru satu kecamatan
yang telah menyelesaikan pekerjaannya sesuai waktu.
Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Busungbiu.
Sementara itu, delapan kecamatan lainnya hingga Kamis ini (8/4) masih terus berkutat melakukan tabulasi hasil
perhitungan di tiap TPS.
Menanggapi masalah krusial itu, Ketua KPU Buleleng
Wayan Rideng berharap agar para petugas yang memasukkan data tidak hanya memperhitungkan perjanjian kontrak. Dia berharap, mereka bisa mengedepankan rasa pengabdian kepada bangsa dan negara dengan menyukseskan Pemilu. "Janganlah berhitung semata-mata dari berapa yang bisa dibayar (oleh negara)," ucap Rideng.
Made Mustika - Tempo News Room
|