|
Denpasar
Sukmawati Kembali Kampanye di Bali
24 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Denpasar: Untuk kedua kalinya, Sukmawati Soekarnoputri kembali tampil sebagai jurkam PNI Marhaenisme di Bali. Rabu (24 Maret) siang, Sukmawati menemui massa pendukungnya di lapangan Pegok, kawasan Sesetan, Kota Denpasar. Sebelumnya, 12 Maret lalu, Sukmawati berkampanye di lapangan kota Klungkung.
Massa PNI Marhaenisme yang datang dari berbagai daerah di Bali, hanya memenuhi separoh lapangan yang sehari-hari sebagai lapangan sepak bola. Karena terik matahari, massa dengan berbagai atribut partai Marhaenisme, banyak yang memilih berdiri dibawah pohon di pinggir lapangan. Sempat berduyun-duyun masuk ke tengah lapangan ketika Sukmawati naik panggung untuk berkampanye. Tapi hanya beberapa menit, karena mereka kembali berteduh di pinggir lapangan.
Massa justeru lebih bersemangat ketika panggung kampanye diisi para penyanyi yang membawakan lagu-lagu dangdut. Massa berhamburan ke tengah lapangan, bahkan berebutan mendekati panggung. Para penyanyi tampil dengan pakaian ketat serta rok mini. Seorang lelaki bertubuh gempal dengan tato memenuhi badannya melompat naik keatas panggung berjoget bersama penyanyi. Suasana sempat kacau. Massa berebutan naik keatas pangung. Satgas PNI mengusir mereka.
Wartawan foto yang sudah berada di atas panggung juga ikut diusir meninggalkan panggung, yang memancing protes wartawan. "Yang kami usir bukan wartawan, tapi massa yang mencoba naik ke panggung," kata Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali, Dr. I Wayan Sukla Armata. Sepuluh orang polisi naik keatas panggung untuk melakukan pengamanan menggantikan Satgas.
Jumlah massa yang hadir dalam dua kali kampanye Sukmawati, baik di kota Klungkung maupun di Denpasar, tidak jauh berbeda, hanya sekitar tiga ribu orang, meskipun Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali, Dr. I Wayan Sukla Armata, mengutip laporan panitia pelaksana kampanye, menyebutkan jumlah massa yang hadir di lapangan Pegok, Denpasar, sebanyak 13 ribu orang.
Menurutnya, jumlah massa kali ini lebih banyak dibandingkan dengan kampanye di Klungkung yang berjumlah 9 ribu orang. "Massa PNI Marhaenisme yang hadir di lapangan Pegok ini belum termasuk massa dari kabupaten Tabanan dan Jembrana," katanya.
Sukmawati tampil berorasi sekitar 20 menit. Ia memompa semangat massanya untuk memberikan suara sebanyak-banyaknya kepada PNI Marhaenisme. "Kita akan lihat apakah anak-anak Marhaenisme bertambah jumlahnya untuk memilih partai PNI Marhaenisme dalam pemilu 2004," kata Sukmawati.
Yang agak menarik, Sukmawati sempat menyinggung masalah syariat Islam. Tanpa memberikan penjelasan yang lebih terinci Sukmawati mengatakan PNI Marhaenisme menolak pelaksanaan syariat Islam. "Saya tegaskan disini, bahwa PNI Marhaenisme menolak penerapan syariat Islam," katanya.
Hal lain yang disinggung Sukmawati adalah penegasan agar massa PNI Marhaenisme menolak ajakan untuk menjadi antek kelompok koruptor dan kelompok yang telah melakukan pelanggaran HAM. "Saya tegaskan kepada saudara-saudara semuanya, saya tidak sudi menjadi antek koruptor, antek pelanggar HAM." Massa menyambutnya dengan aplaus.
Seusai kampanye, kepada Tempo News Room, Sukmawati menyatakan puas atas sambutan massanya di Bali dalam dua kali kampanye yang dihadirinya. "Apa yang saya saksikan dan rasakan, cukup membuat saya optimimistis," katanya.
Wayan Sukla Armata yang mendapingi Sukmawati menjelaskan, pada pemilu 2004, PNI Marhaenisme akan mampu meraih 30 porsen suara pemilih di Bali. Ia juga optimistis tiap kabupaten dan kota di Bali, PNI Marhaenisme bisa membentuk satu fraksi di DPRD. Sedangkan tahun 1999 lalu, hanya memperoleh 5 kursi di daerah tingkat II, yakni masing-masing 1 kursi di DPRD kabupaten Badung, Buleleng, Bangli, dan kabupaten Karangasam. Juga 1 kursi di DPRD Bali.
Jalil Hakim - Tempo News Room
|