|
Bali
Ngurah Rai Tutup 25 Jam Menghadapi Nyepi
19 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Denpasar:Terkait pelaksanaan ibadah Nyepi oleh umat Hindu di Bali, Bandara Ngurah Rai Denpasar akan ditutup bagi penerbangan selama 25 jam. Penutupan dimulai Minggu (21/3) dini hari pukul 05.00 WITA sampai Senin (22/3) pukul 06.00 WITA.
Penutupan yang telah dilakukan untuk keempat kalinya di setiap hari Nyepi ini, menurut Humas PAP IGN Ardhita, adalah untuk menghormati ibadah yang dilakukan umat Hindu. “Sejak tiga bulan lalu kami sudah membuat pengumuman resmi ke maskapai penerbangan nasional dan internasional,” katanya, Jumat (19/3).
Dengan penutupan itu maka penerbangan dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama Bandara Ngurah Rai ditiadakan. Penerbangan transit diizinkan tetapi dilarang mengangkut penumpang dengan tujuan akhir Denpasar atau berangkat dari Denpasar. Namun demikian, penerbangan lintas dan pendaratan darurat tetap diizinkan.
Khusus untuk penerbangan lintas atau transit, awak pesawat dan penumpang diharuskan tetap berada di wilayah bandara. Sedangkan untuk mengantisipasi pendaratan darurat, pihak bandara tetap menyiagakan petugas keamanan, petugas pemadam kebakaran, serta staf operasional harian lainnya. Petugas pengatur lalu lintas udara, menurut Ardhita, juga akan bekerja seperti biasa.
Penutupan secara total tersebut, menurut Ardhita, memang akan mengurangi pendapatan PAP dari biaya keberangkatan dan pendaratan pesawat, parkir pesawat, pajak bandara, dan lainnya. Namun, ia menolak untuk menyebut perkiraan kerugian itu.
“Sebagai perusahaan yang berada di Bali, kami merespon positif keinginan masyarakat,” katanya. Pengguna bandara yang masuk dan keluar dari Bali dalam satu hari rata-rata mencapai 6.000-7.000 orang. Dari jumlah itu, turis asing mencapai 3.000-4.000 orang.
Kebijakan menutup bandara secara total dilakukan sejak empat tahun terakhir. Kebijakan sebelumnya dengan memberikan dispensasi bagi pihak hotel dan angkutan wisata yang telanjur mendapat tamu pada saat Nyepi ternyata telah disalahgunakan, yakni dengan adanya hotel atau angkutan wisata yang justru menjual paket Nyepi dan mendatangkan turis pada hari H Nyepi. Akibatnya, kata Ardhita, umat Hindu kemudian merasa terganggu.
Sejak penerapan penutupan total, menurut Ardhita, tidak ada lagi turis yang datang pada saat Nyepi. PAP juga belum memiliki pengalaman harus melayani penerbangan transit atau penerbangan yang terpaksa mendarat karena keadaan darurat. “Kita harapkan tahun ini juga tidak terjadi,” katanya.
Selain bandara, aktivitas lain yang terhenti serangkaian Nyepi adalah aktivitas kampanye partai politik. Sesuai kesepakatan partai politik sebelum putaran kampanye Pemilu awal maret lalu, kampanye di Bali dihentikan mulai Sabtu 20 Maret sampai Senin 22 Maret.
“Ini untuk memberi kesempatan umat Hindu beribadah dengan tenang. Di samping itu kalau dipaksakan kampanye pasti tak akan ada yang ikut,” kata Ketua KPU Bali. Kesepakatan lainnya adalah untuk membersihkan atribut parpol selama tiga hari masa Nyepi. Namun, karena Nyepi tahun ini bertepatan dengan masa kampanye, pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa yang biasanya digelar sehari sebelum Nyepi juga ditiadakan karena dikhawatirkan menjadi ajang kampanye.
Rofiqi Hasan - Tempo News Room
|