Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Denpasar

Dana Purnabakti DPRD Bali Diprotes
27 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Denpasar: Puluhan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat di Bali, Selasa (27/1), mendatangi gedung DPRD Bali. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Bali Mandiri itu memprotes rencana DPRD Bali untuk menetapkan dana Purnabakti senilai Rp 100 juta per-anggota yang totalnya menghabiskan dana Rp 5,5 miliar.

"Anda semua benar-benar tidak memiliki kepedulian kepada krisis, sudah digaji besar , kok masih meminta pesangon, padahal belum mengerjakan apa-apa," kata Prof. Dr. dr. LK Suryani yang memimpin rombongan aktivis ini. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Bali I Ketut Gede Yasa bersama sejumlah anggota Dewan. Dalam kesempatan itu, kalangan aktivis diberi kesempatan untuk menumpahkan asirasi mereka.

Dalam pernyataan sikap bersama yang dibacakan Ketut Ngastawa SH., disebutkan, keberadaan anggota DPRD di masa reformasi sebenarnya sangat diharapkan rakyat akan membawa perubahan sikap dan perilaku. Namun, kenyataannya DPRD lebih asyik dengan urusan mereka sendiri dan bahkan lebih buruk perilakunya dibanding DPRD di masa lalu. "Kegiatan DPRD yang paling menonjol justru hanyalah kegiatan studi banding , padahal masyarakat Bali sedang resah oleh dampak bom Bali, virus Sars, gempa bumi dan musibah lainnya," tegas Ngastawa.

Oleh karena itu, kalangan aktivis sepakat memberi raport merah pada kinerja DPRD Bali. Mereka lalu meminta anggota DPRD membuka mata hati mereka, apakah pantas membagi-bagi dana dalam situasi Bali yang sangat menyedihkan. Mereka mendesak DPRD untuk membatalkan rencana pembagian dana itu dan mengalihkannya untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.

Menanggapi desakan itu, I Ketut Gde Yasa menyatakan, masukan dari kalangan aktivis akan dibicarakan melalui mekanisme di DPRD. Dia mengungkapkan, penetapan dana purnabakti itu telah dibicarakan sejak lama antara pihak eksekutif dan DPRD dan sudah mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Namun demikian, dengan adanya masukan dari masyarakat, bisa saja perubahan dilakukan.

Yasa membantah, selama 5 tahun duduk di DPRD mereka tidak melakukan sesuatu yang bernilai bagi masyarakat. Hanya, menurutnya, tidak seluruh hasil kerja DPRD itu bisa diketahui masyarakat. Mengenai banyaknya undangan-undangan yang tidak dihadiri DPRD, menurutnya, semata-mata karena kesibukan anggota DPRD.

Rofiqi Hasan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

RUU Lembaga Kepresidenan Diselesaikan Sebelum Pemilu
DPR Bentuk Panitia Kerja Kasus BNI dan BRI
DPR Sahkan UU Kehakiman dan Mahkamah Agung
Suasana Rapat Kerja Komisi Hukum DPR Lengang
DPR Usul Perubahan UU Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah

 
Berita bali Lainnya

Keluarga Tarsa Diasingkan, Simpati Pun Berdatangan
(Rabu, 21/04/2004 | 18:06 WIB)
Gempa 4,5 Skala Richter Guncang Bali
(Sabtu, 17/04/2004 | 13:44 WIB)
Polisi Awasi Pengelola BDB
(Jum'at, 16/04/2004 | 20:19 WIB)
Target Perhitungan Suara Daerah Molor
(Sabtu, 10/04/2004 | 18:00 WIB)
Pasokan Data Hasil Pemilu di Bali Mungkin Macet
(Kamis, 08/04/2004 | 19:39 WIB)
Amrozi: Baasyir sebagai Tersangka, Cuma Rekayasa
(Senin, 05/04/2004 | 18:26 WIB)
Polisi Bali Tahan Pengusaha Arak
(Jum'at, 26/03/2004 | 15:43 WIB)
Sukmawati Kembali Kampanye di Bali
(Rabu, 24/03/2004 | 22:39 WIB)
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh
(Sabtu, 20/03/2004 | 15:06 WIB)
Ngurah Rai Tutup 25 Jam Menghadapi Nyepi
(Jum'at, 19/03/2004 | 18:20 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data