|
Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
12 November 2003
TEMPO Interaktif, Denpasar: Gara-gara membunuh adik tiri, Anak Agung Ngurah Manik Pemecutan, 58 tahun, kini mendekam dalam tahanan Poltabes Denpasar, Bali. Sampai Rabu (12/10) , Raja dari Puri (kerajaan) Pemecutan yang bergelar Tokorda Pemecutan ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa yang menggegerkan kota Denpasar ini terjadi Selasa (11/11), pukul 18.30 wita. Berdasar keterangan di kepolisian, peristiwa itu bermula dari adanya pertemuan antara Tjok Pemecutan yang didampingi anaknya, A.A. Dharmanegara Putra, 27 tahun, dengan sejumlah saudara tirinya, yakni A.A. Ngurah Paraswanta, A.A. Parmadi, A.A. Purwa, A.A. Parama Suwarna, A.A. Paraswanta dan A.A. Ngurah Putu Prana.
Pertemuan membicarakan adanya pembangunan tembok pembatas di dalam Istana Pemecutan yang terletak di Jl. Thamrin, Denpasar. Terjadi kesalahpahaman antara Dharmanegara dengan Putu Prana sehingga terjadi perkelahian. Tak terima anaknya dikeroyok, Tjok Pemecutan mengambil pedang dan terlibat dalam perkelahian itu.
Sempat terjadi pergumulan antara mantan Ketua DPRD Bali itu dengan Putu Prana. Keduanya terjatuh ke dalam kolam ikan. ?Tjokorda berada di posisi bawah dan akhirnya dia menusukkan pedang ke bagian perut,? kata Kapoltabes Denpasar, Kombes Pol Komang Udayana. Korban meninggal dalam perjalanan ke RSUP Sanglah Denpasar, sementara Tjok Pemecutan langsung menyerahkan diri ke polisi.
Ketua Warga Ageng (perkumpulan keluarga besar) Puri Pemecutan, A.A. Rai Sudharma, menyebut, pihaknya sepenuhnya mempercayakan kasus ini kepada polisi. Pihak keluarga, kata dia, saat ini sedang disibukkan dengan upacara palebon (pengabenan) bagi korban sesuai dengan prosesi agama Hindu. Puncak palebon direncanakan akan dilangsungkan 21 November. Dengan alasan itu, ia menolak memberi keterangan mengenai kronologi kejadian di lingkungan Puri tersebut.
Mengenai keberadaan Tjok Pemecutan sebagai seorang raja, menurut dia, akan ada mekanisme untuk membicarakan hal itu dalam paruman agung (rapat besar) keluarga Pamecutan. ?Nanti akan dibicarakan apakah perlu ada penggantian atau tidak,? ujarnya. Sistim penggantian raja sendiri di lingkungan Pemecutan biasanya berlangsung demokratis di mana akan dilakukan pemungutan suara secara langsung dari kepala-kepala keluarga yang memiliki hak pilih.
Puri Pemecutan sendiri adalah salah-satu puri (kerajaan) yang sangat berpengaruh di Bali, khususnya di Denpasar. Tokorda Pemecutan yang berkuasa saat ini adalah keturunan ke-11 dalam dinasti Pemecutan. Di masa orde baru, puri ini dikenal sebagai salah satu pendukung utama Golkar di Bali. Namun, seiring dengan masa reformasi, pengaruhnya dinilai kian meredup.
Rofiqi Hasan - Tempo News Room
|