|
Bali
Dua Penumpang Wimala Dharma Belum Ditemukan
08 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua penumpang Kapal Wimala Dharma, A.A Ngurah dharma, warga Denpasar dan Supar warga Dusun Silir Rombang, Desa Seniprojo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwani-Jatim, hingga kini belum diketahui rimbanya. Hal tersebut terungkap karena ada dua warga melaporkan kehilangan atas saudara dan rekan kerjanya, Senin (8/9).
Masih belum ditemukan dua orang penumpang, berbeda dengan data yang dikeluarkan oleh Pos Komando Korban KMP Wimala Dharma yang menyatakan semua korban sudah dievakuasi dan diidentifikasi.
Menurut Jro Sana, 28 kakak ipar korban, Ngurah Dharma menyebutkan bahwa adik iparnya berangkat ke Mataram menumpang Wimala Dharma. Namun hingga kini belum diketahui rimbanya.
Menurut Jro Sana, tujuan Adik iparnya ke Mataram adalah untuk menjenguk pamannya yang membuka usaha perbengkelan. "Kami sudah menghubungi keluarga di Mataram, tadi dia belum datang,"ujarnya.
Hal sama diungkapkan Eko Adhipurnomo,22 tahun, yang melaporkan teman kerjanya Supar, supir PT. Rasa Buah hingga kini belum ditemukan. Eko menuturkan saat tenggelamnya kapal itu dia dan beberapa teman-temannya sedang berada di bagian atas kapal, sementara Supar memilih tidur di mobilnya, colt disel P 7254 YU dengan jurusan Banyuwangi-Mataram.
Ketika suara benturan terdengar, Eko yang baru pertama kali menyeberang itu langsung loncat kearah Supar untuk membangunkannya. Namun, Eko hanya mendengar lenguhan. Karena ketakutan, Supar kembali ke lantai atas untuk melihat situasi. Ketika air sudah merambat ke lambung kapal, Eko kembali membangunkan Supar, saat itu terdengar suara "iya". Karena merasa panik, Eko kembali ke atas mengambil pelampung, namun ketika ke bawah, air sudah masuk ke dek. "Saat itu saya hanya memikirkan keselamatan sendiri. Ketika ada pelampung di laut, kami langsung menceburkan diri bersama sembil orang lainnya," jelasnya.
Menurut I Made Sudiarta, pejabat Pelabuhan Padang Bai, yang juga pemimpin pencarian korban Wimala Dharma, tetap berkukuh jumlah penumpang atau pelayar secara keseluruhan sebanyak 140 orang: 73 penumpang, 33 supir dan kernet, 15 anak buah kapal dan 5 orang petugas kantin. Jumlah tersebut dinyatakan meninggal 5 orang.
Menurutnya, kecil kemungkinan ada penyusupan dan juga pedagang acung. Meski demikian, pihaknya tidak memungkiri jika ada hal-hal di luar dugaan. "Karena itu, sesuai prosedur penyelamatan nasional dan international, pencarian atau penyisiran pantai di kawasan ini tetap dilakukan," tegasnya.
Sementara itu, Laksamana Muda TNI Yuyun Riyanto menegaskan, pihaknya segera menambah dana penyisiran terhadap kemungkinan korban yang masih ada.
Ketika berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab tenggelamnya Wimala Dharma.
Alit Kertaraharja - Tempo News Room
|