TEMPO Interaktif, Padangbai:Kapal feri tenggelam karena bocor. Demikian keterangan Ahmad Suhadi, nahkoda kapal feri KMP Wimala Dharma yang tenggelam di perairan Bali, Minggu dini hari (7/9).
Kebocoran kemungkinan terjadi di ruang pengendali kemudi. "Saat itu tidak ada ABK yang jaga, sehingga tidak tahu terjadi kebocoran," kata Ahmad Suhadi.
Data yang diperoleh Tempo News Room menyebutkan, jumlah penumpang saat itu 182 orang, 149 orang di antaranya memiliki tiket. Kapasitas penumpang kapal tersebut 356 orang. "Jadi tidak benar disebutkan kami mengangkut melebihi kapasitas," kata Ahmad Suhadi.
Berat muatan saat itu sekitar 200 ton. Selain penumpang, juga 17 unit kendaraan roda empat (sudah dirinci dalam laporan terdahulu), serta 14 unit roda 2.
Ahmad Suhadi juga menjelaskan, kru kapal segera melakukan langkah penyelamatan penumpang ketika mengetahui kapal oleng. "Kami tak berpikir untuk selamatkan kapal. Yang utama kali lakukan adalah menyelamatkan penumpang," katanya.
Ahmad Suhadi sempat berkomunikasi dengan Baroto, seorang operator di Pelabuhan Lembar, Lombok, sebelum kapalnya tenggelam.
Sementara itu, Suwanto, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama menjelaskan, kondisi kapal saat akan berlayar dalam keadaan laik laut. Surat kelaikan baru akan berakhir 20 September 2003. Ia juga menjelaskan, kapal yang mengalami nahas itu terbaik di klasnya, setta sudah mendapat rekomendasi dari IMS (International Management Savety) tertanggal 18 Agustus 2003. Kapal tersebut dioperasikan oleh 16 orang ABK, yang semuanya selamat.
Ia menambahkan, ketika diketahui bocor, cuaca juga kurang menguntungkan. Ketika kapal mulai miring, kapal dihempas gelombang setinggi 3,5 meter. Juga terkena arus laut yang keras dari arah tenggara, dan kecepatan angin 15 hingga 20 knot perjam. Sempat juga terjadi arus balik dari arah utara. "Saat itu kondisi cuaca sedang mendung," katanya.
Penumpang yang terapung segera diselamatkan oleh KMP Nusa Bhakti, KMP Nusa Sejahtera, KMP Perdana Nusantara, KMP Marinda Segunda, serta sebuah kapal milik TNI-AL, KRI Teluk I yang diberangkatkan dari pangakalannya di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Sedangkan kapal-kapal feri ada yang memang sedang dalam pelayaran dan ada juga yang sengaja dikerahkan untuk membantu penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan, termasuk seluruh ABK, 140 orang. Penumpang lainnya masih terus dicari. Lima penumpang ditemukan dalam keadaan meninggal. Mereka adalah Ainiah, 19 tahun, asal Lombok Timur, Herlina Efendi, 35 (Cakranegara, Lombok Barat), Jamaludin, belum diketahui usianya (Lombok Tengah), Puput 2,5 (Situbondo), Lalu Suparman, belum diketahui usianya (Lombok Barat).
Di Pelabuhan Padang Bai, telah didirikan Posko Penyelamatan. Tidak hanya pihak Administratur Pelabuhan, melainkan juga pihak Pemda Kabupaten Karangasam, Bali.
Menurut Kepala Bagian Humas Pemda Karangasam, Made Suama, Pemda Karangasam memutuskan untuk memberikan sumbangan Rp 1 juta kepada setiap penumpang yang selamat. Biaya berobat bagi penumpang di rumah sakit milik Pemda Karangasam juga digratiskan.
Alit Kertaraharja -- Tempo News Room