|
Presiden Minta Pemuka Damaikan Konflik Agama
Kamis, 22 Mei 2008 | 12:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemuka agama menjadi contoh penyelesaian konflik secara damai dan tanpa kekerasan. "Jika kami ingin umat menyelesaikan masalah termasuk konflik secara damai tanpa kekerasan, sebagai pemimpin menjadi contoh," kata Presiden Yudhoyono dalam pertemuan umat beragama di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/5)
Presiden meminta pemuka agama ikut memimpin dan membimbing permasalahan konflik secara damai tanpa kekerasan. Dunia internasional, kata dia, banyak meminta bantuan Indonesia yang memiliki karakter kehidupan beragama berjalan baik.
"Mari kita buktikan karakter itu benar dengan menjalankan di negeri sendiri," katanya. Setelah itu, baru diterapkan dalam masyarakat global.
Presiden mengingatkan ikatan kebangsaan lebih kuat di atas berbagai ikatan global. Apapun identitas, agama, etnik, suku, dan daerahnya. Meskipun ada ikatan dengan komunitas Internasional karena hidup dalam perkampungan global. "Tetaplah ikatan kebangsaan mesti lebih kuat," katanya.
Pada bagian lain Yudhoyono mengatakan sekarang demokrasi, hak asasi manusia, pasar terbuka, menjadi ideologi yang dianut semua bangsa. "Di dalam negeri ada yang sangat setia dengan nilai itu," katanya.
Ia mengingatkan ikatan kebangsaan kita harus lebih kuat dari berbagai ikatan global.
Ninin Damayanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|