Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sri Sultan Anggap Reformasi Telah Gagal
Rabu, 21 Mei 2008 | 16:04 WIB

TEMPO Interaktif, Salatiga:Sri Sultan Hamengkubuwono X, salah satu pencetus reformasi Mei 1998, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai reformasi yang dicetuskan para mahasiswa dan para tokoh nasional telah gagal mewujudkan perubahan kondisi rakyat ke arah lebih baik. "Rakyat malah semakin menganggur dan sulit mencari makan," kata Sultan di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/5).

Sultan menilai, reformasi telah diselewengkan. Ia tak jelas menyebutkan pelaku penyelewengan reformasi tersebut. "Mereka yang mencari keuntungan di tengah ketidakpastian," kata dia.

Bentuk mencari keuntungan, kata dia, diantaranya melakukan korupsi serta selalu mendahulukan kepentingan pribadi dan menyampingkan rakyat.

Menurut Sultan, salah satu penyebab gagalnya reformasi karena nalar penduduk dan pejabat negara masih menggunakan ekonomi sebagai panglima. Jika ekonomi menjadi panglima maka semua aktifitas dan kegiatan manusia hanya dinilai dengan uang. "Harga diri selalu diukur dengan uang, dipercaya juga karena uang," kata dia.

Sultan meminta semua aktifitas warga Indonesia, terutama para pejabat menggunakan etika, budaya, dan moralitas sebagai ukuran menghargai seseorang. Sultan meminta pemerintah pusat mengubah strategi dari mendahulukan ekonomi menjadi kebudayaan, etika dan moralitas sebagai landasan melakukan sesuatu.

Ia mencontohkan, program bantuan tunai langsung pada akhir bulan ini merupakan bagian nalar ekonomi. "BLT diberikan bukan karena kemanusiaan tapi karena untuk ini dan itu," katanya.

Sultan menyinggung masih kuatnya dunia internasional dalam menjajah negara Indonesia. Penjajahan tidak secara fisik, tapi melalui budaya, sosial, ekonomi dan politik. "Ini konsekuensi saat Indonesia ikut menandatangani WTO," katanya.

Rofiuddin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Megawati Keliling Jawa Tengah Hari Ini
Megawati Kampanye di Kalimantan Timur
Masa Kampanye Dinilai Rawan Konflik
BJ Habibie Kampanyekan Radio Anak
Masyarakat Bali Kampanyekan Nyepi
Megawati Mulai Keliling Jawa Timur
Malam Ini, Atribut Kampanye Mulai Dicopot
KPUD : Kampanye di Jakarta Aman
Foke Ikut Acara Jusuf Kalla di Rawabadak
> selengkapnya...

Referensi

Dari Dana hingga Pendidikan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123417 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet
Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data