|
Sultan Hamengkubowono X: Rakyat Berhak Tolak BLT
Rabu, 21 Mei 2008 | 14:16 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan hanya rakyat yang berhak menolak bantuan tunai langsung (BLT). "Karena merekalah yang akan berhubungan langsung dengan BLT," kata Sultan di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/5).
Sultan di Salatiga dalam acara Sarasehan Tata Baru untuk Rakyat di Eka Yastra Unmada, Salatiga. Kedatangan Sultan di Salatiga sempat diwarnai unjuk rasa mahasiwa Koalisi Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM (KARI Salatiga).
Ia menilai tidak dalam kapasitasnya menerima atau menolak bantuan. Menurut Sultan, pemerintah pusat dan provinsi hanya memfasilitasi.
Sebagai fasilitator, kata dia, wajar pemerintah memberikan bantuan. Namun, Sultan mengakui bantuan tidak menyelesaikan masalah.
Sultan menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak akhir bulan akan semakin menambah beban rakyat. "Barang kebutuhan ikut naik," kata Sultan.
Juru bicara aksi Syalom Pasau meminta pemerintah menasionalisasi industri pertambangan asing dan mengubah kebijakan anggaran lebih berpihak pada rakyat. Mahasiswa meminta Sultan ikut berorasi menolak kenaikan BBM.
Keinginan mahasiswa gagal terpenuhi. Sultan hanya mengacungkan jempolnya kepada para mahasiswa di Bundaran Tamansari, Salatiga.
Rofiuddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|