|
IPDN Memang Mengadopsi Sistem Pendidikan Militer
Rabu, 11 April 2007 | 19:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Feisal Tamim mengatakan bahwa sejak semula sekolah pamong praja memang di arahkan untuk mengadopsi pola pendidikan kemiliteran.
"Dulu Pak Rudini berharap STPDN (kini Istitut Pemerintahan Dalam Negeri) bisa mengadopsi sitem pendidikan Polri atau AKABRI, khusus masalah disiplinnya," kata Feisal, Rabu (11/4).
Menurut Feisal, pengadopsian ini bertujuan baik, hanya untuk masalah disiplin. Dalam bekerja, kata dia, sama sekali tidak ada maksud untuk memasukkan kekerasan. Dulu, kata Feisal, semua kegiatan berjalan baik di IPDN walaupun pemimpin sekolahnya dari militer.
"Baru pada akhir-akhir ini saja terdengar kasus kekerasan di sana." Salah satu penyebabnya, menurut Feisal, adanya ektrakulikuler yang memberi celah bagi terjadinya kekerasan.
Perubahan sistem yang terjadi setelah STPDN diubah menjadi IPDN, kata Feisal, tidak dibarengi dengan perubahan budaya di sana. "Ektrakurikulernya masih sama, padahal ditempat inilah kekerasan itu terjadi," tuturnya.
Menurutnya, pembubaran IPDN bukanlah langkah yang tepat.
Senin pekan lalu, salah seorang praja IPDN bernama Cliff Muntu tewas akibat dianiaya oleh seniornya. Kepolisian Resor Sumedang menahan tujuh mahasiswa atau praja terkait dengan aksi kekerasan terhadap Cliff, 19 tahun, asal Manado, Sulawesi Utara.
Titis Setianingtyas
INDEKS BERITA LAINNYA :
|