|
Dianggap Ejek Bangsa Sendiri, Wapres Tegur Guru
Minggu, 27 November 2005 | 15:37 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Wakil Presiden Jusuf Kalla menegur sikap para guru yang dinilainya suka mengejek-ejek bangsa sendiri.
Teguran itu disampaikan ketika memberikan sambutan pada acara peringatan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-60 dan Hari Guru ke-12, di Stadion Manahan, Solo, Minggu (27/11).
Gedung-gedung sekolah kita, kata Jusuf, memang belum luks, tapi dia yakin kondisinya tak seperti kandang ayam dan masih banyak yang lebih baik dari itu. Ia juga mengaku paham betul gaji para guru belum cukup, tapi walaupun kecil tetap tak habis dalam sehari.
"Jadi janganlah kita mengejek ejek bangsa ini karena bangsa ini masih perlu semangat, sekecil apapun itu," tandas Jusuf.
Guru, lanjut dia, memiliki peran yang sangat besar sebagai pembentuk dan penyemangat bangsa. Tapi kalau guru sebagai pilar bangsa ikut mengejek bangsa ini, lantas siapa yang menghargai bangsa ini. "Kita harus jujur dengan fakta, marilah semua bekerja keras, kalau semua bekerja keras maka ekonomi akan membaik termasuk gaji guru juga akan meningkat," katanya.
Teguran keras dari Wapres ini dipicu oleh puisi yang dibacakan Prof Dr Winarno Surachmad, mantan Rektor IKIP Jakarta, pada acara tersebut. Isi puisi tersebut mengesankan kritikan kepada pemerintah yang melupakan dan mengesampingkan peran, serta nasib guru.
"Ketika badak dan komodo dilindungi, justru guru ditelantarkan," demikian bait puisi Winarno. Anas Syahirul
INDEKS BERITA LAINNYA :
|