Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PGRI Bentuk Tim Pemantau Pengangkatan Guru Bantu
Jum'at, 25 November 2005 | 13:54 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membentuk tim pemantau yang akan mengawasi proses seleksi pengangkatan guru bantu menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Tim pemantau akan melaporkan ke PGRI Pusat jika dalam pengangkatan guru bantu menjadi PNS terdapat penyimpangan.

"Tim ini kita bentuk di tiap kabupaten/kota. Mereka akan melapor ke pusat jika mendapati penyelewengan atau penyimpangan dalam proses seleksi guru bantu menjadi PNS. Kita akan pantau agar proses seleksi benar-benar transparan," ungkap Ketua Umum PGRI, Muhammad Surya, di Solo, Jumat (25/11).

Di lain pihak, PGRI kecewa atas ketidakjelasan pengangkatan guru bantu tersebut. PGRI berencana menagih janji Menteri PAN dan Mendiknas yang menyatakan akan mengangkat guru bantu menjadi PNS secara bertahap. Namun, pada tahun ini proses seleksi terhadap guru bantu tersebut belum ada kejelasan.

"Sesuai janjinya, pengangkatan itu akan dimulai tahun ini. Tapi kok sampai akhir tahun belum ada kejelasan. Saya masih pegang janji dari Menteri PAN, Mendikas, Menkeu serta DPR yang sudah menyatakan soal pengangkatan itu," ungkapnya di sela-sela mempersiapkan acara HUT PGRI di Stadion Manahan Solo yang akan dihadiri Wapres Jusuf Kalla.

Surya mendengar adanya kabar pengangkatan guru bantu menjadi PNS yang seharusnya dimulai tahun ini diundur lagi. Karena itu, ia akan mengkonfirmasi ke pemerintah soal kabar tersebut.

anas syahirul

Dari Arsip Majalah TEMPO
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Nasib Pak Guru, Pahit Selalu  | 10 November 1998
Jika Pak Guru Naik Pangkat  | 14 Juni 1999
Surat Pembaca | 08 Maret 2004
’People Power’ di Kampar  | 23 Pebruari 2004
Guru Ber-’Smack Down’ di Sekolah  | 02 Juni 2003
Darurat untuk Guru dan Dokter  | 02 Juni 2003
Membolos Demi Pak Guru  | 12 Mei 2003
Tanggapan Pemda Kutai  | 27 Januari 2003
Guru Odol dari Teluk Dalam  | 13 Januari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Miskin di Tangerang Makin Banyak
Tiga Siswa Penerbang Kabur Tak Tahan Disiksa
Aspirasi Sukarelawan Guru Diabaikan
Kenaikan Gaji Tak Bisa Mengejar Kenaikan Kebutuhan
Majelis Rektor Minta UU Dosen dan Guru Dipisah
Kabupaten Gorontalo Butuh 1200 Guru
Malang Masih kekurangan 597 Guru
Ribuan Guru Bantu NTB Minta Diprioritaskan Jadi PNS
Guru Swasta Tak Terlindungi
Tangerang Baru Membayar Honor 1.500 Guru
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.20 Thn.2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk69700 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data