|
Presiden Yudhoyono Cuma Ingin Naik 5 Persen
Sabtu, 30 Juli 2005 | 03:35 WIB
TEMPO Interaktif, Beijing:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan latar belakang mengapa ada kenaikan gaji untuk pejabat tinggi, dalam konferensi pers dengan para wartawan di Shenzen tadi malam (Kamis (28/7). Presiden menyatakan, dia tidak ingin kenaikan gaji itu dari Presiden sampai pegawai terendah seperti guru dan tamtama, prosentase kenaikan gajinya sama. "Saya hanya ingin maksimal naik gaji 5 persen saja,"katanya.
Dia memilih kebijakan itu agar pejabat -pejabat yang ada di bawahnya memiliki tingkat kenaikan gaji yang lebih tinggi dari dirinya. "Sehingga pegawai negeri yang paling bawah yakni guru, prajurit TNI dan Polri menikmati kenaikan gaji 30 - 35 persen,"ujar Presiden Yudhoyono. Dia berharap, masalah APBN bisa segera terselesaikan dan kenaikan gaji bisa segera direalisasikan.
Dengan konsep kenaikan semacam itu, Presiden menyesalkan mengapa yang diberitakan besar-besar justru soal kenaikan gaji Presiden. Padahal dia ingin kenaikan gaji terbesar dinikmati oleh pegawai yang paling bawah. Kebijakan kenaikan gaji juga untuk memperbaiki kualitas birokrasi yang selama ini masih sering dikeluhkan oleh pengusaha.
Tonthowi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|