Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kenaikan Gaji Pejabat Momentumnya Tidak Tepat
Jum'at, 29 Juli 2005 | 16:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana kenaikan gaji pejabat negara juga pegawai negeri sipil dinilai tidak tepat waktu. Karena kondisi keuangan negara sat ini sedang sulit. "Perlu adanya kenaikan mungkin, iya, tapi momentumnya tidak tepat,"kata Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit di Jakarta, Jumat (29/7).

Menurut Arbi, besarnya kenaikan sebesar 15 – 40 persen jika dikaji secara komprehensif tidak logis bila dilihat dari perspektif kepentingan negara dan rakyat. Satu-satunya alasan yang masuk akal hanya kalau dilihat dalam persepektif kepentingan sempit para pejabat negara dan pegawai negeri sipil (PNS).

Selain tidak tepat waktu, menurut Arbi, alasan perbaikan kinerja juga belum bisa dipertanggungjawabkan. Dengan kenaikan sebesar itu belum tentu menjamin seorang pejabat atau pegawai menjadi lebih baik karena kenaikan tersebut masih jauh untuk menyamai harga pasar kerja. Sehingga perlu kenaikan mencapai 10 kali lipat. "Tapi logika seperti itu menjadi tidak sah karena negara sedang mengalami kesulitan,"katanya.

Dalam pengamatannya, gaji pejabat negara saat ini sudah jauh berbeda dengan para pegawai negeri. Apabila pejabat ikut dinaikkan maka kesenjangan akan makin menganga. "Justru dari negara ketidakadilanlah yang tercipta,"ujar Arbi.

Lucky Djani dari Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat sama. Menurutnya, ada orang yang mengatakan jika gaji seseorang makin besar atau adanya kenaikan akan mengurangi tingkat korupsi tidak bisa dibuktikan. "Tidak mungkin instrumen kenaikan gaji untuk memberantas korupsi. Tidak ada studi empirik yang mengatakan itu,"kata Lucky.

Pada prinsipnya Lucky setuju dengan kenaikan gaji. Namun seperti Arbi kenaikan saat ini belumlah tepat. Yang perlu dilakukan adalah perbaikan sistem penggajian. Menurutnya tuntutan kenaikan gaji untuk semua PNS tidaklah adil. Dia mencontohkan bagi pegawai yang sudah menempati posisi eselon dua ke atas pendapatannya sudah masuk dalam katagori lebih dari cukup. Karena mereka itu akan mempunyai kedudukan-kedudukan tertentu di badan-badan usaha negara. "Eselon dua ke atas itu banyak yang menduduki kursi komisaris di BUMN. Juga jabatan sampingan lain seperti pimpinan proyek,"kata Lucky.

Muchamad Nafi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Jika Pak Guru Naik Pangkat  | 14 Juni 1999
PNS dan ABRI: Gaji Harus Besar  | 02 Maret 1999
Tak Rela Dipotong Golkar  | 23 Pebruari 1999
Hubungan Korpri-Golkar  | 01 Pebruari 1999
Korpri, Contohlah ABRI  | 26 Januari 1999
"Saya Pesimistis, Bisa Tepat Waktu"  | 26 Januari 1999
"Mereka Ingin Golkar Konflik"  | 26 Januari 1999
Mereka Ingin Korpri Netral  | 26 Januari 1999
Tukar Guling dan Jurus Pelampung  | 19 Januari 1999
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pegawai negeri sipil/ PNS dengan pakaian korpri  pada  serah terima jabatan/ sertijab Kapolda Metro Jaya di Jakarta, Selasa, 8/05/2001. [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010521]. Pegawai negeri sipil/ PNS dengan pakaian korpri  pada  serah terima jabatan/ sertijab Kapolda Metro Jaya di Jakarta, Selasa, 8/05/2001. [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010521].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Calon Kepala Kejaksaan Negeri Sebaiknya S-2
Wapres: PNS dan Pejabat Negara Sudah 3 Tahun Tak Naik Gaji
Pemerintah Butuh Rp 10 Triliun untuk Naikkan Gaji
Kenaikan Gaji Presiden Masih Bisa Berubah
Gaji PNS Golongan I dan II Akan Naik 30 Persen
Penyelesaian PPD Masih Dipayakan Secara Internal
Semua Fraksi Setuju Usul Kenaikan Gaji DPR
Pegawai Negeri Depok Belum Peroleh Gaji ke 13
Pegawai Tak Hemat Terancam Penurunan Pangkat
Mahasiswa Yogya Kecam Kenaikkan Gaji Anggota DPR
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan
Hari Pencoblosan, NTB Libur
Presiden Buka PON XVII Malam Ini

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data