|
LSM Tak Akan Dilibatkan Dalam Tim Monitoring Aceh
Kamis, 28 Juli 2005 | 13:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, menyatakan kemungkinan jumlah tim monitoring dari Uni Eropa dan Asean yang akan datang ke Aceh sekitar 300 orang. "Maksimum 300-an orang,"ujar Sofyan, Kamis (28/7), di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta.
Menurut Sofyan, tim monitoring yang terdiri dari Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina sebagai perwakilan dari Asean dan beberapa negara Uni Eropa yang akan ditunjuk akan tiba di Aceh pada tanggal 16 Agustus. Pada tanggal ini, yang datang masih sebagian. Tim akan datang seluruhnya ke Aceh pada akhir Agustus.
Sofyan memastikan, semua anggota tim monitoring itu pada prinsipnya kecil. Walaupun mereka ada yang berasal dari tentara, tetapi tidak bersenjata. Mereka akan meninjau atau memonitor pelaksanaan isi perjajian antara RI dengan GAM, yang keberadaannya akan disebar di seluruh wilayah Aceh. "Keamanan mereka dijamin oleh pemerintah Indonesia,"kata Sofyan.
Sebelum tim monitoring memasuki Aceh, Sofyan Djalil yang mewakili pemerintah Indonesia melakukan pertemuan terlebih dulu kepada duta besar negara anggota tim monitoring hari ini. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bambang Darmono sebagai kepala tim penarikan pasukan TNI dari Aceh, dijelaskan beberapa hal mengenai tugas, operasionalisasi dan struktur tim monitoring di Aceh. "Sehingga mereka nanti mengetahui betul tugas dan bagaimana mereka berpartisipasi dalam pelaksanaan monitoring tersebut,"ujar Sofyan. Dalam pelaksanaan monitoring ini, pemerintah tidak akan melibatkan organisasi non pemerintah atau LSM.
Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|