|
Kabadiklat Dephan: Wajar Jika panglima TNI Dari TNI AU
Kamis, 28 Juli 2005 | 11:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pertahanan, Marsekal Muda Kosnadi Kardi, mengharapkan jabatan panglima TNI digilir antar matra angkatan. Hal itu, akan mendinamiskan organisasi TNI.
"TNI harus tiga warna, hijau Angkatan Darat, abu-abu Angkatan Laut dan biru Angkatan Udara," kata Koesnadi kepada Tempo, Kamis (28/7).
Tentang unsur matra angkatan yang layak menjabat, ia berpendapat harus mempertimbangkan aspek-aspek yang menonjol, seperti ada tidaknya ancaman bagi pertahanan negara. Kalau ancaman perang lebih berat ke darat maka TNI AD yang dominan, tapi kalau perang dengan wahana di Laut panglima sebaiknya dari TNI AL.
Namun, karena saat ini bukan masa perang tetapi masa damai, dan tidak ada hal-hal yang menonjol yang mengancam pertahanan, sehingga pejabat panglima bisa dirotasi tanpa harus ada alasan situasional tertentu. Menurut Koesnadi, untuk mencerminkan keadilan maka saat ini sudah sewajarnya jika panglima TNI diisi dari unsur TNI Angkatan Udara.
"Angkatan Darat sudah, Angkatan Laut sudah, tinggal Angkatan Udara yang belum," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kohirin Suganda Saputra menyatakan bahwa dalam Undang-undang TNI tidak mewajibkan pergiliran pejabat Panglima TNI antar angkatan terjadi. "Karena dalam Undang-undang tidak bersifat imperatif atau perintah tapi istilahnya dapat," kata dia.
Menurutnya, kata dalam pasal 'dapat digilir antar angkatan' masih tergantung pula pada pasal lain (UU yang sama) bahwa pergantian panglima TNi tetap bergantung pada kepentingan organisasi TNI. "Si pembuat Undang-undang menyusun aturan lebih fleksibel agar tidak terjadi karena ada undang-undang pergiliran lalu organisasinya dikorbankan," kata Kohirin. Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40702_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40701_high_thumb.jpg) |
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|