![(Panitia sedang membacakan hasil pengumpulan suara pada Musyawarah Nasional / Munas I Partai Keadilan di Depok, Jawa Barat tanggal 18 - 21 Mei 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 30d/210/2000; 2000/07/01].)](/hg/photostock/2004/12/27/s_30d21001_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Spanduk bertuliskan Menuju Islam Bersatu Tenabang pada Halal Bihalal partai-partai Islam yang tergabung dalam Poros Tengah di Stadion Utama Senayan, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/230/2000; 2000/07/11].)](/hg/photostock/2004/12/22/s_30d23009_high_thumb.jpg) |
|
(Panitia sedang membacakan hasil pengumpulan suara pada Musyawarah Nasional / Munas I Partai Keadilan di Depok, Jawa Barat tanggal 18 - 21 Mei 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 30d/210/2000; 2000/07/01].) |
|
|
(Spanduk bertuliskan Menuju Islam Bersatu Tenabang pada Halal Bihalal partai-partai Islam yang tergabung dalam Poros Tengah di Stadion Utama Senayan, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/230/2000; 2000/07/11].) |
|
|
|
|
![(Pendukung Partai Keadilan pada Halal Bihalal partai-partai Islam yang tergabung dalam Poros Tengah di Stadion Utama Senayan, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/230/2000; 2000/07/11].)](/hg/photostock/2004/12/22/s_30d23008_high_thumb.jpg) |
|
|
|
 |
|
(Pendukung Partai Keadilan pada Halal Bihalal partai-partai Islam yang tergabung dalam Poros Tengah di Stadion Utama Senayan, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/230/2000; 2000/07/11].) |
|
|
(Protes Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerukan kepada pihak pemerintah RI dan GAM agar berdamai dan menyelesaikan konflik di Aceh tanpa perang yang mengakibatkan banyak jatuh korban bagi warga sipil, dengan melakukan aksi do'a bersama untuk kedamaian Aceh dan spanduk "tiada lagi peluru, hanya satu, damai" di Lapangan Masjid Al-Azhar, Jakarta, 8 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/482/2003; 20030627].) |
|
|
|
|
![(Presiden Partai Keadilan (PK) Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (tengah) memperlihatkan lambang partai politik Partai Keadilan (PK) Sejahtera, didampingi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamid Awaluddin (kiri) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].)](/hg/photostock/2004/12/15/s_AB03100708_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Protes massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam Bulog (Badan Urusan Logistik) yang dianggap kurang memperhatikan nasib para petani dan menuntut pemerintah untuk membersihkan Bulog dari intervensi politik di depan Kantor Bulog, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K18A/064/2003; 20030929].)](/hg/photostock/2004/12/14/s_K18A06402_high_thumb.jpg) |
|
(Presiden Partai Keadilan (PK) Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (tengah) memperlihatkan lambang partai politik Partai Keadilan (PK) Sejahtera, didampingi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamid Awaluddin (kiri) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].) |
|
|
(Protes massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam Bulog (Badan Urusan Logistik) yang dianggap kurang memperhatikan nasib para petani dan menuntut pemerintah untuk membersihkan Bulog dari intervensi politik di depan Kantor Bulog, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K18A/064/2003; 20030929].) |
|
|
|
|
 |
|
|
|
![(Presiden Partai Keadilan (PK) Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (kanan) menandatangani naskah disaksikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamid Awaluddin (kiri) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].)](/hg/photostock/2004/12/14/s_AB03100706_high_thumb.jpg) |
|
(Protes massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengecam Bulog yang dianggap kurang memperhatikan nasib para petani dan menuntut pemerintah untuk membersihkan Bulog dari intervensi politik dengan spanduk "maaf perjalanan anda terganggu kami sedang membela petani" di depan Kantor Bulog, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K18A/064/2003; 20030929].) |
|
|
(Presiden Partai Keadilan (PK) Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (kanan) menandatangani naskah disaksikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamid Awaluddin (kiri) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].) |
|
|
|
|
![(Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Anas Urbaningrum (kiri) memperhatikan lambang partai politik Partai Keadilan (PK) Sejahtera yang diserahkan oleh Presiden PK Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (kanan) disaksikan anggota KPU, Hamid Awaluddin (tengah) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].)](/hg/photostock/2004/12/14/s_AB03100710_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid (kanan) bersama cendekiawan muslim Nurcholish Madjid (tengah), dan seorang pengusaha keturunan cina (kiri) saat kampanye PKS di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30 Maret 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040330])](/hg/photostock/2004/12/10/s_AB04033011_high_thumb.jpg) |
|
(Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Anas Urbaningrum (kiri) memperhatikan lambang partai politik Partai Keadilan (PK) Sejahtera yang diserahkan oleh Presiden PK Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (kanan) disaksikan anggota KPU, Hamid Awaluddin (tengah) dalam verifikasi parpol di Kantor KPU Jakarta, Selasa, 07 Oktober 2003. PK Sejahtera sesuai dengan hasil verifikasi merupakan parpol ke 16 yang berhak mengikuti pemilu mendatang. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20031007].) |
|
|
(Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid (kanan) bersama cendekiawan muslim Nurcholish Madjid (tengah), dan seorang pengusaha keturunan cina (kiri) saat kampanye PKS di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30 Maret 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040330]) |
|
|
|
|
|