|
Presiden Harapkan Kerjasama Pertahanan dengan Cina
Rabu, 27 Juli 2005 | 18:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Yudhoyono mengatakan, salah satu tujuan kunjungannya ke Cina untuk melakukan kerja sama di bidang teknologi pertahanan dan militer. Karena itu, ia mengajak Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Rektor ITB Djoko Santoso, dan Rektor ITS Muhammad Nuh.
"Pokoknya yang kita tidak bisa bikin, kita beli, terus dikembangkan," kata Presiden di atas pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan dari Jakarta menuju Beijing, Cina. Yudhoyono mengobrol santai dengan rombongan sebelum makan siang tapi belum memberi kesempatan tanya jawab dengan wartawan.
Menurut Yudhoyono, teknologi militer yang akan diadopsi dari Cina adalah roket dan rudal. Teknologi ini dinilainya akan berkembang pesat di negeri Tirai Bambu ini. Thontowi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|