Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LBH BUMN Tuntut Kejagung Tuntaskan Kasus Kredit Macet
Rabu, 27 Juli 2005 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan orang dari Lembaga Bantuan Hukum Badan Usaha Milik Negara (BLH BUMN) Rabu (27/7) siang berunjuk rasa di depan Kejaksaan Agung. Dalam orasinya, mereka menuntut Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus kredit macet Bank Mandiri dan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ketua Dewan Pendiri LBH BUMN Aries Poyono menyatakan ketidakpuasannya kepada Kejaksaan Agung karena dinilai lambat dalam menangani kasus kredit macet. Indikasinya, “Dari 28 perusahaan yang menerima kucuran kredit, baru empat perusahaan yang telah diperiksa,” ujarnya.

Ia juga menilai beberapa perusahaan yang ditangani Kejaksaan Agung memiliki kedekatan emosional dengan orang penting. Misalnya, PT Semen Bosowa terkait Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Ketua DPD Aksa Mahmud, dan PT Bakrie Telecom terkait Menko Pekonomian Aburizal Bakrie.

Para pengunjuk rasa itu juga menggelar happening art yang menggambarkan persidangan seorang koruptor dengan kaki terikat gada berantai. Persidangan diakhiri dengan memenjarakan koruptor dalam sel penjara yang terbuat dari kardus berukuran besar. “Kita masukan koruptor dalam penjara bersama seekor ayam yang terkena flu burung,” ujarnya demontran yang berperan sebagai hakim.

Aksi ditutup dengan penyerahan beberapa alat pembersih toilet, seperti sikat kamar mandi dan sapu lidi kepada petugas keamanan dalam Kejaksaan Agung. Mereka melanjutkan aksinya menuju ke Istana Negara. Astri Wahyuni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Menunggu Opini Sebelum Sanksi | 11 April 2005
Terseret Pusaran Utang  | 29 Desember 1998
Menuntut si Kebal Hukum  | 22 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 10 Januari 2005
Mahalnya Sebuah Pilihan  | 07 Juni 1999
Setelah Pengutang Kakap Dipajang  | 07 Juni 1999
Urus Diri Dululah  | 31 Mei 1999
Bank-Bank 'Nasional' Selayang Pandang  | 30 Maret 1999
Lancar Kendati Cuma Bunga  | 19 Juli 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejaksaan Agung Sita Aset Neloe
Tersangka PT Artha Bhama Textindo Sudah di Tangan Jampidsus
Kajati SuMut : Tak Ada Tahanan Luar Buat Tersangka Korupsi
Jaksa Agung Keluhkan Opini Kasus Mandiri
Andung Minta Perbankan Tidak Kelewat Prudent
Kejaksaan Agung Bantah Penyidikan Kasus Mandiri Mandeg
Surya Paloh Bantah Keterlibatan Metro TV
Prabowo Mengaku Ingin Selamatkan Kiani Kertas
Kejagung Periksa Prabowo Subianto
Tak Becus Selidiki Mandiri JW Mere Dicopot
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Dipasena
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data