|
Pemerintah Serius Tangani Kasus Nurmiati
Rabu, 27 Juli 2005 | 13:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah bertekad terus memperkarakan majikan Nurmiati yang disiksa hingga terpaksa diamputasi di Arab Saudi. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris, pemerintah sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Pemerintah Arab Saudi berupa tuntutan agar majikan tenaga kerja Indonesia asal Sumbawa itu dihukum berat.
"Karena itu keberadaan Nurmiati masih dibutuhkan sampai proses hukum perkara ini selesai," kata dia ketika menerima kunjungan suami dan ayah Nurmiati di Jakarta, Rabu (27/7). "Inilah salah satu isi nota diplomatik berupa protes," tambah Fahmi.
Muksin (suami Nurmiati) dan Sanapiah (ayah Nurmiati) menghendaki pemerintah memulangkan keluarga mereka. Mereka ke Jakarta untuk mempertanyakan kronologi kasus yang menimpa Nurmiati yang disiksa hebat hingga mengalami kelumpuhan dan trauma psikis.
Nurmiati menjadi sorotan di beberapa media Arab atas penderitaan yang dialaminya. Pemerintah Arab Saudi yang mendengarkan kasus ini langsung memerintahkan agar korban dipindahkan ke rumah sakit khusus kerajaan pada Maret lalu. Lama tak terdengar kabar, tiba-tiba Juli lalu Nurmiati dipindahkan ke penjara, dengan tuduhan telah mencemarkan nama baik majikan dan membuat berita bohong penganiayaan itu.
Menurut Fahmi, pemerintah sudah menyewa pengacara mahal untuk memenangkan perkara ini. Adapun terhadap keluarga Nurmiati, Fahmi bersedia menangani utang Nurmiati kepada rentenir sebesar Rp 17 juta untuk keberangkatannya ke Arab Saudi, termasuk penalangan sementara gaji Nurmiati selama 22 bulan yang belum dibayar sejak bekerja. "Tapi ini harus menjadi kewajiban PJTKI yang memberangkatkan," kata dia.
Muksin dan Sanapiah mengaku lega atas bantuan pemerintah itu. Menurut Muksin yang berkerja sebagai pembuat batu bata merah, ia akan kembali menerima istrinya dalam kondisi apapun.
istiqomatul hayati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
| Protes Menuntut Perlindungan Bagi TKI
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|