Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dana Bagi si Miskin Tiga Minggu Lagi , Datang Lewat Pos
Selasa, 26 Juli 2005 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menyalurkan dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di bidang pendidikan ke daerah melalui PT Pos. "Pengiriman dilakukan melalui PT Pos yang akan disalurkan langsung ke masing-masing rekening sekolah. Jadi tidak melalui rekening Pemda,"kata Menko Kesra Alwi Shihab, pada acara sosialisasi PKPS BBM di Jakarta, Selasa (26/7).

Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo menambahkan, dana tersebut sudah dapat dinikmati rakyat miskin sekitar 2-3 minggu lagi. Departemen Keuangan sendiri telah mengeluarkan daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) hari ini.

Pemerintah menganggarkan Rp 6,27 triliun untuk bidang pendidikan. Dana itu digunakan untuk pemberian bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekitar 40 juta siswa SD/MI, SLTP/MTS, dan Salafiyah menyelenggarakan program wajib belajar sembilan tahun, sisanya untuk bea siswa reguler siswa SMA/SMK/MA.

Dengan adanya BOS, bukan berarti sekolah akan digratiskan seluruhnya. "Yang benar adalah sekolah gratis terbatas,"katanya.

Ini berarti sekolah masih diperbolehkan memungut biaya tambahan bila BOS yang diterima dari pemerintah kurang dari kebutuhan sekolah. Mengenai pemungutan berlebihan yang kerap dilakukan sekolah, menurut Bambang, menjadi tugas bupati/walikota setempat untuk mengaturnya.

Bambang juga mengingatkan para bupati/walikota, untuk dapat menyalurkan dana kompensasi BBM sebaik-baiknya kepada yang berhak menerima serta membatasi pemungutan berlebihan di sekolah. "Jika ingin dipilih kembali dalam pilkada selanjutnya,"ujarnya berkelakar.

Ami Afriatni


Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Bak Kembali ke Perut Bumi | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Subsidi Diganti Uang Baru Bisa Dilaksanakan Tahun 2006
Radio Boleh Siaran Penuh
Ekonom : Kenaikan Harga BBM Pilihan Akhir
PKB Alwi Shihab Unjuk Kekuatan di Surabaya
Pemerintah Bilang Sekolah Gratis, Kenyataan Lain di Lapangan
Indra Jati Sidi Digusur Diam-diam
Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pembangunan
ITS Raih 10 Gelar Pekan Ilmiah Mahasiswa
Menteri: Pola Subsidi BBM Memberatkan Fiskal
Persatuan Insinyur Minta Subsidi BBM Diturunkan
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan
Profil Alwi Sihab

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Schiavone: Sandy Bukan Lawan Mudah
Polisi Malaysia Tangkap 27 Warga Vietnam
KPUD Nusa Tenggara Barat Telusuri Putusan Mahkamah Agung
Korea Selatan tanpa Park Ji Sung
Makanan Rusak Banyak Ditemukan di Yogyakarta

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data