|
Presiden Hanya Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR
Senin, 25 Juli 2005 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita bertemu di Istana Merdeka, Senin (25/7). Mereka membicarakan rencana penyampaian pidato kenegaraan oleh Presiden pada 16 Agustus, yang sempat menjadi "sengketa" antara DPR dan DPD.
Menurut Menteri Sekrtaris Negara Yusril Ihza Mahendra, ketiga pejabat itu sepakat bahwa Presiden hanya akan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Rapat Paripurna DPR. "Tidak di hadapan DPD," kata Yusril seusai rapat kabinet terbatas di kantor presiden, Senin malam.
Semua pemimpin dan anggota DPD, menurut Yusril, akan diundang untuk menghadiri rapat paripurna itu. Namun, ia menamabahkan, rapat itu bukan gabungan antara DPD dan DPR.
Kendati begitu, Presiden akan tetap berpidato di DPD. Ini bukan pidato penyampaian nota keuangan pemerintah dan pengantar APBN, seperti yang disampaikan Presiden kepada DPR.
"Presiden akan menyampaikan semacam keterangan pemerintah di hadapan sidang DPD mengenai kebijakan pemerintah untuk soal-soal daerah," kata Yusril.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga akan menjelaskan porsi APBN yang akan datang yang dialokasikan untuk kepentingan pembangunan di daerah-daerah. Menurut rencana, pidato atau keterangan pemerintah yang akan disampaikan Presiden pada 23 atau 24 Agustus.
Ditanya mengenai kekhawatiran sidang DPR yang dihadiri oleh seluruh anggota DPD sebagai undangan menjadi sebuah sidang MPR, menurut Yusril, kekhawatiran itu ada kalau sidang tersebut merupakan sidang gabungan antara kedua lembaga. Dimas Adityo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Sidang Tahunan MPR dan Presiden Abdurrahman Wahid tampak di layar monitor di gedung DPR/MPR, Jakarta tahun 2000 [ TEMPO / Bernard Chaniago; 20000822 ]
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010506-006](/hg/photostock/2005/03/24/s_Ds082217_high_thumb.jpg) |
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
|
|
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|