|
UGM Galang Kekuatan Tolak GATS Pendidikan
Senin, 25 Juli 2005 | 13:24 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Sofian Effendi menyatakan kampusnya sedang menggalang kekuatan untuk menyiapkan deklarasi menolak General Agreement on Trade in Service (GATS) dalam layanan pendidikan. Sebab, jika layanan pendidikan dimasukkan dalam GATS, maka pendidikan akan berubah menjadi kegiatan industrial dan komoditi ekonomi.
“Para pimpinan perguruan tinggi Indonesia yang masih tertidur lelap, saya gebrak-gebrak untuk mengambil tindakan yang sama,” kata Sofian saat mewisuda lulusan pascasarjana UGM, Senin (25/7).
Forum Rektor Indonesia dan Majelis Perguruan Tinggi Negeri serta UGM, lanjut dia, sedang menyiapkan deklarasi menolak GATS dalam layanan pendidikan. Penolakan itu akan disampaikan ke pemerintah, UNESCO, dan WTO.
Dikatakan Sofian, sebagian besar negara maju berusaha memasukkan layanan pendidikan sebagai industri jasa. Konsekuensinya, pendidikan tidak lagi di bawah UNESCO melainkan mengacu pada aturan organisasi perdagangan internasional (WTO) dan GATS.
Akibatnya, semua negara berkembang termasuk Indonesia telah bertekuk lutut dan harus membuka akses seluasnya kepada negara asing untuk mendirikan dan membuka pendidikan tinggi maupun sekolah menengah di Indonesia. Karena itu GATS tentang layanan pendidikan harus ditolak karena pola tersebut dilandasi semangat neo-imperialisme. Sehingga tujuan pendidikan nasional seperti diamanatkan UUD 1945 akan semakin sulit terwujud. Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|