Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Maqdir Ismail Dipinang Menjadi Dosen di Pasca Sarjana UI
Sabtu, 23 Juli 2005 | 20:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah lulus meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Sabtu siang, Doktor Maqdir Ismail dipinang promotornya Profesor Sutan Remy Syahdeini untuk menjadi staf pengajar di program Pasca Sarjana, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. "Saya berharap Saudara Maqdir bersedia dan Dekan Fakultas Hukum segera memintanya,"kata Sutan Remy.

Menurut Profesor Sutan Remy, Maqdir termasuk 'barang langka', karena kini ia ahli dalam bidang Hukum Ekonomi, khususnya Perbankan. "Bidang yang masih sedikit dan sangat diperlukan,"katanya.

Maqdir lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam sidang promosi Doktornya di Balai Sidang Djoko Soetono, UI. "Dari segi materi kami sepakat Maqdir lulus Cum Laude, tetapi, karena waktu lulusnya lambat, kami turunkan menjadi sangat memuaskan,"kata Profesor Sutan Remy.

Kepandaian lelaki kelahiran 18 Agustus 1944 dalam desertasinya sangat dipuji Profesor Sutan Remy. "Tak ada desertasi doktor bahkan buku tentang Bank Indonesia, yang referensinya sebanya Doktor Maqdir ini,"ujar Profesor Sutan Remy.

Profesor Sutan Remy mengingatkan, kepandaian yang diperoleh Maqdir saat ini untuk dipertahankan dan tetap independensi. "Jangan sampai intelektual yang sudah diraihnya dilacurkan,"katanya.

Bekas penandatangan lembaran putih Petisi 50 itu, mempertahankan desertasinya berjudul "Independensi, Akuntabilitas dan Transparansi Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral : Studi Perbandingan undang-undang Bank Indonesia."

Menurut M.Assegaf koleganya, dulu Maqdir, lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, tak berniat menjadi pengacara. "Ia aktifis, ikut dalam gerakan bersama Bang Ali Sadikin dalam Petisi 50, ia ingin menjadi politikus,"katanya. Namun, perjalanan menuliskan lain, ia masuk ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH), lalu magang kerja di kantor Adnan Buyung Nasution, sampai akhirnya menjadi pengacara kawakan, yang banyak membela kasus-kasus HAM dan pers.

Kini bebanya bertambah menjadi ahli hukum Perbankan. "Sebagai ahli hukum Perbankan harus berani mengemukakan pendapat di luar pendapat yang umum,"pesan profesor Sutan Remy. Hadir pada acara promosi yang dipimpin Profesor Hikmahanto Juwana itu, Ali Sadikin, Todung Mulya Lubis, ahli-ahli, praktisi hukum dan pers.

Ahmad Taufik

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 04 April 2005
Vonis untuk Orang di Balik Layar | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Kisah Saham yang Tergadai | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bunga Serasi Berbuah Bala | 07 Maret 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Album | 07 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 31 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Maqdir Ismail Meraih Gelar Doktor Ilmu Hukum
Swa Berikan Best Brand Award 2005
Menristek : Bongkar Pembatas Kekuasaan dan Pengetahuan
BI: Fungsi Internal Kontrol Perbankan Lemah
Pembayaran Nasabah Bank Global Masih Terus Dikaji
Kasus PT Maspion Dilimpahkan ke Kejati Jawa Timur
Dua perempuan Asal Sulawesi Utara Masuk Nominasi Nobel
Pengamat : BCA Sulit Jadi Bank Jangkar
Pro Kontra Bintang Asia Yudhoyono
Yudhoyono Stars of Agenda Setters Asia
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data