Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Bilang Sekolah Gratis, Kenyataan Lain di Lapangan
Sabtu, 23 Juli 2005 | 18:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengharapkan dana kompensasi Bahan Bakar Minyak untuk memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa cair Agustus mendatang. "Harusnya sangat bisa, karena sudah disetujui dalam APBN Perubahan lalu,"kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani di Jakarta.

Sri mengakui, lambatnya pengucuran BOS yang merupakan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) di bidang pendidikan, disebabkan harus melalui prosedur yang berbelit. Menurutnya, berdasarkan Undang-undang,untuk mengubah alokasi anggaran harus dibahas bersama DPR. "DPR minta perubahan yang sangat besar,"katanya.

Semula, pemerintah menghendaki bantuan segera diberikan kepada masyarakat dalam bentuk biaya operasional pada sekolah-sekolah tertentu agar menjadi sekolah gratis. Apalagi, pemerintah sudah mendapatkan selisih harga minyak dari $24 per barel menjadi $35 per barel pada awal Maret lalu sampai sebelum harga minyak meningkat menjadi $60 per barel, Juni lalu.

Menurut Kepala Bappenas pemerintah sebenarnya sudah lama membuat konsep sekolah gratis. Sejak 1993, BOS sudah diberikan dalam bentuk SPP sekolah. "Tapi sekolah-sekolah tetap memungut iuran murid sebagai biaya operasional sekolah,"ujarnya.

Ternyata, menurut Sri Mulyani, banyak sekolah berpandangan pungutan sekolah lebih banyak diperoleh dari penggantian biaya operasional yang diberikan pemerintah. Akibatnya, banyak sekolah yang memilih mengembalikan bantuan itu agar tetap memungut iuran murid. Padahal, pemerintah mengharapkan BOS tetap diterima sekolah untuk membebaskan pungutan bagi murid yang tak mampu.

Sri menilai, masyarakat berharap banyak dari istilah sekolah gratis. "Ada masyarakat yang merasa kok di sekolah ini masih memungut sehingga mereka janji pemerintah menjadi tidak nyata,"katanya. Sebenarnya, pengertian sekolah gratis versi pemerintah adalah memberikan penggantian biaya operasional sekolah.

Memang di lapangan, sekolah tetap memungut uang kepada anak sekolah. Di SD Negeri Parung Bingung 02, Meruyung, Depok, misalnya, seorang pembantu rumah tangga mengeluh karena tetap dimintai Rp 500 ribu untuk anaknya yang masuk SD, dan Rp 30 ribu perbulan untuk anak yang kelas III. "Sekolah gratis dari pemerintah itu bohong,"kata Sri Komariah.

Istiqomatul Hayati

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Bak Kembali ke Perut Bumi | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indra Jati Sidi Digusur Diam-diam
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Minyak
Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pembangunan
ITS Raih 10 Gelar Pekan Ilmiah Mahasiswa
Menteri: Pola Subsidi BBM Memberatkan Fiskal
Persatuan Insinyur Minta Subsidi BBM Diturunkan
Sekolah Penerima Dana Hibah Tetap Pungut Biaya
Warga Keluhkan Maraknya Calo Sekolah
Dewan Minta Kualitas Resapan Air Dijaga
Wali Kota Jakarta Utara Matikan Separuh Lampu Hias
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk64292 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data