|
Nias Selatan Termiskin di Sumatera Utara
Jum'at, 22 Juli 2005 | 22:56 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Sedikitnya 1.867.089 jiwa (15,49 persen) dari 12.061.632 jiwa warga Sumatera Utara (Sumut), hingga pertengahan tahun 2005 ini, masih hidup dalam kemiskinan. Dari persentase jumlah warganya, Kabupaten Nias Selatan tercatat paling banyak, yakni 92 persen dari 278.722 jiwa. Sedangkan Medan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemmas) Sumut, Hakimil Nasution, sebagai ibukota provinsi berada di peringkat 10 dalam daftar daerah berpenduduk miskin di 25 kabupaten/kota Sumut. "Jumlah warga miskin di Sumut ini terus diupayakan pengurangannya. Paling tidak, per tahunnya berkurang satu persen,"katanya.
Upaya pengurangan jumlah warga miskin dengan
tingkat persentase 1 persen per tahun itu, menurut
Hakimil, salah satunya ditempuh melalui Program
Pengembangan Kecamatan (PPK). Dalam program ini
menetapkan tiap kecamatan diberikan dana hibah antara
Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar untuk selama tiga tahun. Dana hibah yang selanjutnya dikucurkan ke desa itu hanya
bisa diperoleh melalui cara kompetisi.
Artinya, desa-desa yang ada di satu kecamatan itu
harus berkompetisi dengan sesamanya dalam
membuat/menyajikan program yang layak untuk tujuan
pengurangan persentase angka kemiskinan pada jumlah
warga di tingkat pedesaan. "Jadi, kalau satu desa tidak menyajikan program yang layak, desa tersebut tidak akan mendapat dana hibah itu,"kata Hakimil.
Menurut Hakimil, program PPK mampu mengurangai angka penduduk miskin mulai menampakan hasil. Tahun 2004 misalnya. Jumlah warga miskin di Sumut tercatat 1.889.400 jiwa (15,89 persen), tahun 2005 jumlah tersebut berkurang sebesar 0,4 persen, menjadi 1.867.089 jiwa (15,49persen) atau terjadi pengurangan jumlah warga miskin sebanyak 22.311 jiwa.
Dari 25 kabupaten/kota di Sumut, warga Kabupaten Nias Selatan tercatat paling banyak yang hidup dalam kemiskinan. Tingginya jumlah warga miskin di kabupaten baru tersebut, salah satu akibat bencana gempa
tektonik pada 28 Maret 2005. "Dari jumlah 1,8 juta jiwa lebih warga miskin di Sumut itu, tingkat penyebaran di 18 kabupaten sebesar 29,62 persen dan di tujuh kota sebesar 13,03 persen,"katanyaa.
Bambang Soed
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Jemuran pakaian para korban penggusuran di Tanjung Duren, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; k19A/456/2003; 20031006].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K19A45601_high_thumb.jpg) |
![Seorang anak kecil melepas dua ekor burung dengan latar sebuah apartemen di reruntuhan bangunan bekas penggusuran Tanjung Duren, Jakarta, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; K19A/456/2004; 20040123].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K19A45602_high_thumb.jpg) |
| Jemuran Pakaian Korban Penggusuran
|
|
| Anak Kecil Melepas Burung Terbang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|