Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Uni Eropa Janji Tidak Kirim Tentara ke Aceh
Kamis, 21 Juli 2005 | 15:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Uni Eropa berjanji tidak akan mengirimkan pasukan militer dalam Tim Pemantau Aceh (Aceh Monitoring Mission). Namun, personelnya memiliki latar belakang militer.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Jean Breteche mengatakan, Uni Eropa lebih berkonsentrasi pada kegiatan pemantauan dan bukannya militer. "Kami tidak berencana mengirimkan pasukan tentara," kata Breteche kepada pers seusai diterima Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (21/7).

Pembahasan lebih detil soal ini, lanjut dia, akan dibahas pada pertemuan pemerintah dan Uni Eropa pekan depan. Menurutnya, Eropa akan mengikuti peran yang diinginkan oleh pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka pasca perjanjian damai. "Kami ingin memfasilitasi, dan bukannya mengambil peran dominan," kata dia.

Dalam pertemuan ini, Breteche didampingi Luisa Morgantini (Chair of the Development Committe), Nirj Deva (anggota parlemen Uni Eropa), dan Anna Gomez (Duta Besar Portugal).

Gomez menambahkan, tujuan kedatangan rombongan ini sekarang bukan untuk mendiskusikan peran tim pemantau. Rombongan saat ini lebih akan mengumpulkan informasi soal proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dimulai di Nanggroe Aceh Darussalam.

Menurut Gomez, jika tim monitoring jadi terbentuk nantinya, maka sebagian anggota akan memiliki latar belakang militer. "Tapi tidak bertugas seperti tentara," kata dia. Ia membenarkan, sebagian tugas tim nantinya akan memantau pemulangan tentara TNI ke markasnya kembali. "Serta memantau penghancuran senjata milik GAM," kata dia.

Sedangkan Morgantini mengatakan, parlemen Uni Eropa ingin menjalin hubungan yang baik dengan Indonesia. Menurutnya, Eropa juga ingin dana bantuan yang diberikan dapat digunakan secara tepat guna. "Kami juga berharap masyarakat madani akan berperan dominan dalam proses rekonstruksi di Aceh," kata dia. Budiriza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Biar Panglima Tahu...  | 08 September 2003
Snouck Hurgronje, Mekah, dan Aceh | 18 Agustus 2003
Tanggap tapi Tak Cukup Cepat  | 14 April 2003
Perundingan Ogah, Operasi Militer Saja  | 21 April 2003
Kapan Aceh Aman?  | 07 Juli 2003
Eksploitasi Anak di Wilayah Konflik  | 29 Juni 2003
Kuburan Massal di Aceh Tengah  | 29 Juni 2003
Elang Dilarang Terbang  | 29 Juni 2003
Empat Orang Asing di Kuala Penaga  | 29 Juni 2003
Abu Billy Keluar Sarang  | 29 Juni 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Iring-iringan panser dan kendaran operasional TNI (Tentara Nasional Indonesia) melintas bawah spanduk Murid Sekolah Menengah Umum (SMU) berseragam pramuka menyambut kedatangan Menko Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah dengan membawa bendera kertas merah putih di desa Seunuddon , Aceh Utara, Sabtu, 7 Juni 2003. [TEMPO/ Rully Kesuma; Digital Image; 20030901].
TNI di Aceh
Penyambutan Kedatangan Menko Polkam di Aceh
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

FPDIP Desak Penjelasan Soal Perundingan Helsinki
TNI Akan Tarik Pasukannya Dalam Waktu Tiga Bulan
Australia Sambut Baik Kesepakatan Damai RI-GAM
PDIP Tolak Hasil Perundingan RI-GAM
Perunding: Parpol Lokal Tak Mustahil Berdiri
Pemerintah Kembali Tolak Pembentukan Partai Politik Lokal di Aceh
Pemerintah Jamin Partisipasi Politik Mantan GAM
GAM: Aceh Bagian dari Indonesia
GAM Terima Opsi Otonomi Khusus
Dijajaki, Pertemuan Formal RI-GAM
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Motor Bukan Solusi Kemacetan Jakarta
Nadine Rela Menekuk Badan
Raikkonen Siap Bantu Massa
Presiden Minta Heru Lelono Jelaskan Soal Super Toy
Pajak Kendaraan Bermotor Disepakati Naik 1-2 Persen

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data