Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

196 Babi di Tangerang Dimusnahkan
Kamis, 21 Juli 2005 | 12:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Anton Aprianto mengatakan, pemerintah akan memusnahakan 196 ekor babi yang ada dipeternakan Legok, Tangerang, Minggu (24/7). Upaya ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus flu burung di daerah Tangerang dan sekitarnya pada manusia.

“Meskipun kita belum tahu benar apakah penularan itu langsung dari unggas ke manusia,” kata Anton saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Kamis (21/7).

Penelitian selama ini, lanjut dia, menyatakan bahwa virus flu burung yang menyerang ke unggas bisa menular ke babi kemudian ke manusia. Sehingga peternakan yang ada di Legok dan sekitarnya harus dimusnahkan, kemudian akan diganti dengan peternakan sapi.

“Pada radius tiga kilometer dari kawasan yang terkena flu burung akan di stamping out (dimusnahkan),” tegasnya.

Jika semula pemusnahan dilakukan secara selektif, yaitu hanya pada unggas yang terkena flu burung, sekarang pemusnahan akan langsung terhadap semua unggas yang ada di kawasan atau daerah yang positif terkena flu burung.

Mengenai ganti rugi yang akan diberikan kepada peternak, Anton menjelaskan, Departemen Pertanian akan menggunakan dana tanggap darurat yang semula dialokasikan untuk membeli bibit tanaman dan ternak, serta untuk penanggulangan kekeringan dan banjir sebesar Rp 104 miliar.

“Separuh dari dana itu akan kami gunakan untuk penanggulangan flu burung, sambil menunggu tambahan kucuran dana tanggap darurat dari Departemen Keuangan,” jelasnya.

Selain itu, menurut Anton, Departemen Pertanian akan lebih memperketat lalu lintas unggas. Khusus untuk impor unggas dari negara yang terkena flu burung, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam telah dilarang. Rini Kustiani

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Serangan Antraks | 01 November 2004
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasokan Ayam Dari Solo ke Jakarta Turun 50 Persen
Petugas Ambil Sample Darah 120 Ekor Babi di Tangerang
Warga Villa Melati Mas Tak Isolasi Keluarga Iwan
Jeritan Peternak Ayam Sukabumi Akibat Flu Burung
Pemerintah Siapkan Dana Mengganti Ternak yang Dimusnahkan
Virus Flu Burung Menular Melalui Unggas
Menteri: Keluarga Iwan Positif Terinfeksi Flu Burung
Universitas Hongkong Belum Kirim Hasil Penelitian Flu Burung
Sweeping Unggas di Banten
Dua Kecamatan di Tangerang Terancam Flu Burung
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data