Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

223 Surat ke Presiden Bisa Ditindaklanjuti
Rabu, 20 Juli 2005 | 06:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jalur pengaduan masyarakat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Po.Box 9949 Jakarta 10.000, dalam waktu hampir sebulan ini menerima sebanyak 1.804 buah surat. Namun, dari jumlah itu hanya 223 buah surat dapat ditindaklanjuti.

Menurut Juru bicara kepresidenan Andy Malarangeng, jalur pengaduan ke Presiden ini rupanya disambut antusias oleh masyarakat. "Surat yang disampaikan kesini rata-rata 70 buah surat per hari,"kata Andy di kantor Presiden kemarin.

Staf khusus Presiden untuk urusan Po Box 9949 ini, Sardan Marbun di tempat yang sama menyatakan, tingkatan pengaduan masyarakat dari urutan jumlah terendah adalah berupa dukungan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan Presiden, misalnya dalam hal pemberantasan korupsi.

Urutan kedua terbanyak adalah soal permohonan-permohonan pribadi. "Antara lain minta sumbangan untuk sekolah, modal dan meminta pekerjaan,"kata Marbun.

Kemudian, soal hubungan berbangsa dan bernegara, serta pengaduan yang berhubungan dengan kepentingan umum.

Dari 1.804 surat yang masuk ini, menurut Marbun, sejumlah 223 surat akan ditindaklanjuti. Namun sebelumnya akan dilakukan investigasi untuk melengkapi datanya. "Investigasi ini menyangkut siapa,apa,dimana, bilamana dan mengapa," katanya. Sementara yang lain, di luar 223 pengaduan tersebut tidak dapat ditindaklanjuti karena hanya berupa dukungan dan permohonan pribadi.

Dari 223 surat pengaduan itu, telah dipilah-pilah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab departemen-departemen atau lembaga terkait untuk kemudian akan ditangani oleh departemen atau lembaga tersebut.

Untuk Departemen Luar Negeri, ada enam buah pengaduan. Antara lain yang menonjol mengenai keberadaan TKI di luar negeri. Kemudian Depdagri ada 44 pengaduan, utamanya tentang perilaku negatif dan praktik KKN di daerah.

Untuk Kementerian Penertiban Aparatur Negara (PAN) ada 16 pengaduan, terutama soal penyimpangan-penyimpangan ujian masuk PNS atau dari CPNS ke PNS. TNI ada 12 pengaduan, yakni soal tindakan negatif oknum. Polri ada 14 pengaduan, yakni utamanya soal dugaan korupsi dan praktik beking.

Badan Pertanahan Nasional ada 15 pengaduan, yang sebagian besar soal sengketa tanah dan soal hambatan pembuatan sertifikat, serta untuk Depdiknas ada 20 pengaduan yang harus ditindaklanjuti yakni menyangkut status guru honorer atau guru bantu. "Selain juga memohon tambahan gaji bagi guru honorer," kata Marbun. Ada juga surat pengaduan juga soal mafia peradilan, kerjasama antara hakim, panitera, jaksa dan pengacara hitam.

Dimas Adityo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Mau Naik Terang-Benderang | 28 Pebruari 2005
Dilema SBY | 28 Pebruari 2005
Skenario yang Berubah | 21 Pebruari 2005
Cabut Subsidi Demi Rakyat Miskin | 14 Pebruari 2005
Memilih Djoko, Menerima Ryamizard | 14 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 07 Maret 2005
Perlu Undang-Undang Kementerian Negara | 07 Pebruari 2005
Bayangan Atas Nama | 07 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI dan Polri Tandatangani Kesepakatan Pengamanan Laut
Presiden Minta Tidak Ada yang Ditutupi pasa Kasus Flu Burung
Presiden: GAM Punya Hak Politik Sama Setelah Amnesti
Senjata GAM Dihancurkan, TNI Ditarik dari Aceh
Presiden Akan Mengunjungi Palestina
Presiden Tunda Lawatan ke Luar Negeri Karena BBM
Presiden Akan Menjenguk Wahid
Bogor Tak Sepadat Yang Diduga
Hindari Kota Bogor
Presiden Yudhoyono Tak Takluk pada Kelompok Koruptor
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

Sekretariat Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hendarman Periksa Kepala Kejaksaan yang Loloskan David Nusa
Pemerintah Diminta Naikkan Cukai Rokok
Trendi Berkampanye Secara Estafet
Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data