|
210 Bayi Dijual Dalam Lima Tahun Terakhir
Rabu, 20 Juli 2005 | 01:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 210 bayi Indonesia dijual dalam lima tahun terakhir dengan menggunakan modus adopsi palsu.
Menurut Ruth Eveline, peneliti dari Terre Des Home, LSM Internasional yang bergerak di bidang perempuan dan anak bermarkas di Belanda, jumlah itu diperoleh hanya dari kasus-kasus yang terungkap di kepolisian. "Bayi-bayi itu dijual ke luar negeri," kata dia di Jakarta, Selasa (19/7).
Ruth menjelaskan, kebanyakan bayi itu diperoleh dari Tenaga Kerja Wanita yang hamil dan tidak bersuami. Mereka diperkosa majikannya, berselingkuh, atau kehamilan yang tidak diinginkan.
Bayi dijual oleh penjual orang Indonesia dengan harga Rp 2-5 juta. Harganya berlipat ketika bayi itu dijual calo kepada calon orang tua di Malaysia sebesar RM 10 ribu-RM 15 ribu. "Kalau bayi itu Tionghoa, harganya lebih mahal," ujarnya.
Karena permintaan bayi yang makin membesar, calo akhirnya giat mencari perempuan yang sedang hamil di Indonesia. Sindikat penjual bayi ini berada di Pulau Kalimantan dan Kepulauan Riau. Kebetulan, kata Ruth, LSMnya melakukan investigasi di dua wilayah ini setelah mereka menemukan situs internet yang menyajikan pesanan anak dan bayi.
Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan Adriana Venny menjelaskan, persoalan perdagangan perempuan dan anak setiap tahun makin menunjukkan peningkatan yang memprihatinkan.
Dia memetakan tujuh wilayah yang selama ini korban perdagangan, yakni Indramyu, Bali, Pekanbaru, Samarinda, Kupang, Ambon, dan Jakarta. Istiqomatul Hayati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|