|
Menlu: TNI Tidak Ditarik tapi Dikurangi dari Aceh
Senin, 18 Juli 2005 | 17:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim Monitoring Aceh akan memantau proses pengurangan pasukan TNI dari Aceh, setelah perjanjian damai antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka ditandatangani.
Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajudha mengatakan, pengurangan pasukan perlu karena telah tercapainya rasa aman di Aceh. "Sehingga tidak memerlukan kehadiran pasukan TNI dan Polri yang banyak," kata Hassan seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (18/7).
Hassan mengatakan, TNI akan dikembalikan ke unitnya masing-masing. Istilah yang digunakan bukan "penarikan pasukan" tapi "penggelaran kembali pasukan". Istilah "penarikan", kata dia, membuat seakan-akan TNI tidak berhak berada di Aceh.
Tim Monitoring juga akan memantau penyerahan dan memastikan penghancuran senjata GAM. Mekanisme ini berbeda pada saat perjanjian penghentian permusuhan ditandatangani pada 2002. Ketika itu, senjata dikumpulkan lalu dimasukkan ke peti, yang kuncinya dimiliki tiga pihak.
Menurut Hassan, kewenangan tim ini sudah dijabarkan dalam draft kesepakatan damai antar kedua belah pihak yang sudah diparaf. Kedua pihak, kata dia, berencana akan menandatangani kesepakatan final pada pertengahan Agustus sebelum peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
Soal penandatangan dari pemerintah, ia mengaku belum tahu. "Masih akan dibahas dalam sidang kabinet," kata dia. Budiriza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda menjelaskan permasalahan Aceh dan pemeriksaan terhadap Warga Negara Indonesia yang berada di Australia dalam rapat kerja dengan komisi I DPR yang membidangi pertahanan keamanan dan hubungan luar negeri di Gedung MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Dgital Image; 20030313].](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112019_high_thumb.jpg) |
![Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer (kiri), Menko Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (tengah), dan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda (kanan) memberikan keterangan pers bersama usai menghadiri Indonesia - Australia Ministrial Forum VI di Hotel Borobudur, Jakarta. Rabu, 11 Maret 2003. Pertemuan tingkat menteri tersebut membahas berbagai permasalahan antar kedua negara dan masalah internasional lainnya. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030321].](/hg/photostock/2004/12/22/s_AR03031103_high_thumb.jpg) |
|
|
| Alexander Downer, Dorodjatun dan Hassan Wirajuda
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|