|
AFP Latih Polri Tangani Korban Teroris
Senin, 18 Juli 2005 | 12:03 WIB
TEMPO Interaktif,
Denpasar:Untuk meningkatkan kemampuan Polri menangani korban serangan teroris, Australian Federal Police (AFP) memberikan pelatihan Disaster Victim Identification (DVI). Untuk wilayah Indonesia Timur dan Tengah pelatihan dilakukan di Bali sejak Senin (18/7).
Menurut Kepala Polda Bali Irjen Made Mangku Pastika, DVI penting untuk keperluan sipil maupun guna penyelidikan suatu kasus. “Keberhasilan mengungkap kasus bom Bali tak lepas dari kerja tim DVI,” katanya seusai membuka pelatihan itu.
Dia mencontohkan kesimpulan adanya aksi bom bunuh diri dalam kasus bom Bali, bisa dipastikan setelah adanya pencocokan antara DNA Iqbal, si pelaku, dengan keluarganya.
Sedangkan untuk keperluan sipil, DVI kelihatan peranannya dalam mengidentifikasi identitas korban yang pasti ingin segera diketahui oleh keluarga. Begitu pula untuk kepentingan lain seperti asuransi. DVI bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk korban serangan teroris tetapi juga untuk korban bencana alam atau kecelakaan lalu lintas yang menelan banyak korban.
Sebelum kasus bom Bali, kata Pastka, perhatian terhadap DVI di lingkungan Polri sangat rendah. Akibatnya, dalam penanganan korban bom Bali sempat terjadi sejumlah kesalahan. Misalnya, dengan ditaruhnya mayat korban di lembaran kain. “Ternyata itu merusak badan korban dan mempersulit identifikasi,” tegasnya. Rofiqi Hasan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|