Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemeirntah Akan Panggil Jemaah Ahmadiyah dan Pemrotesnya
Sabtu, 16 Juli 2005 | 13:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memanggil Jemaah Ahmadiyah yang bermarkas di Pondok Udik, Bogor, dan kelompok masyarakat di wilayah ini yang memprotesnya. “Pemerintah akan memanggil kedua pihak untuk meminta penjelasan soal ini,” kata Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla kepada pers usai membuka Muktamar ke XVII Matlaul Anwar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Kalla menghimbau semua pihak untuk menempuh jalur damai dalam menyelesaikan perbedaan. "Dari sisi negara dan agama, kita tidak boleh selesaikan perbedaan keyakinan dengan kekerasan," dia mengungkapkan.

Sekitar 200 anggota Jemaah Ahmadiyah kemarin terpaksa dievakuasi dari markasnya di Pondok Udik ke kantor kejaksaan karena diprotes oleh ribuan warga yang menilai jemaah itu menebarkan ajaran sesat. Massa yang datang dengan membawa pentungan kayu itu tidak sampai membuat kerusakan setelah anggota Ahmadiyah dievakuasi.

Aksi tersebut dipicu oleh keresahan masyarakat Kabupateng Bogor yang menilai ajaran Ahmadiyah menyesatkan. Majelis Ulama Indonesia Bogor telah mengeluarkan fatwa yang menegaskan ajaran jemaah yang berasal dari Pakistan itu menyimpang.

Juru bicara Jemaah Ahmadiyah sayuti Azis Ahmad Alhaj membantah tudingan bahwa kelompoknya menyebarkan ajaran sesat. “Kami masih memegang ajaran Al Quran dan hadis Muhammad SAW sebagai dasar akidah,” tutur Sayuti. (Budiriza)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jemaah Ahmadiyah Dievakuasi
Suasana di Kampus Jemaat Ahmadiyah Mencekam
LSM Agama Kecam Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah
Pengajar Salat Dua Bahasa Didakwa Sengaja Lecehkan Islam
MUI Minta Pemerintah Proporsional Tangani Aliran Sesat
Yusman Roy Minta Maaf Kepada Umat Islam
MUI Harapkan Polisi dan Kejaksaan Bertindak
Gus Dur Diminta Menjadi Penengah
Shalat Berbahasa Indonesia di Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk63974 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Cabut Berkas, Saksi FPI Mengaku Diintimidasi Polisi
Massa Wahid Juga Tidak ke Kantor Komisi Pemilu Nganjuk
Lembaga Perlindungan Saksi Minta Dilantik Presiden
Calon Legislator Aceh Memulai Uji Baca Quran
Pemda Jakarta Intruksikan Satuan Kerja Segera Lakukan Tender

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data