Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sukowaluyo: Mega Kebakaran Jenggot
Jum'at, 15 Juli 2005 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Tokoh Pimpinan Koletif Nasional Gerakan Pembaruan PDI Perjuangan, Sukowaluyo Mintorahardjo, mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri dan pengurus pusat PDIP seperti orang kebakaran jenggot dalam mereaksi status tersangka pencemaran nama baik.

“Sebagai mantan presiden, Mega seharusnya mendorong polisi melakukan proses hukum sebagaimana mestinya,” katanya, Jumat (15/7). Apalagi, konstitusi menyatakan, setiap warga negara memiliki posisi sama di depan hukum.

Polisi menetapkan Mega, Ketua Umum PDIP, dan sekretaris jenderal Pramono Anung Wibowo sebagai tersangka pencemaran nama baik, fitnah, dan perbuatan tak menyenangkan. Status itu akibat laporan para tokoh Gerakan Pembaruan ke polisi, 16 Mei, setelah mereka dipecat dari anggota partai pada 2 Mei.

Namun, kemarin, pengacara PDIP berencana mengugat balik para pelapor. Polisi pun meralat status tersangka menjadi terlapor. “Kami tak menanggapi serius ancaman gugatan balik itu,” tutur Suko.

Menurut dia, tak ada status terlapor dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana –- acuan penyidik dalam pengusutan. Dalam pasal 1 aturan itu yang ada status saksi, tersangka, dan terdakwa. “Yang dilakukan penyidik Polri (menetapkan Mega sebagai tersangka) sudah benar.”


Sunudyantoro

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
PDI Perjuangan Pangkat Dua | 11 April 2005
Semua Orangnya Taufiq Kiemas | 04 April 2005
Mimpi yang Terkubur di Bali | 04 April 2005
Sebaiknya Mega Tak ke Pemilu Presiden | 04 April 2005
Sebuah Kabinet Prerogatif | 04 April 2005
Setelah Mega dan Guruh Berpelukan | 04 April 2005
Opera Sabun Kongres Partai Banteng | 04 April 2005
Memodernkan Si Moncong Putih | 28 Maret 2005
Melorot Kuasa Mbak Mega | 28 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Roy Janis Diperiksa Sebagai Saksi Pelapor Pencemaran Nama Baik
Alwi Shihab : Konflik PKB Bukan Masalah kecil
Pemerintah Segera Suntik Dana ke Pertamina
Kwik Menilai Oposisi PDIP Tak Jelas
Fraksi PDI-Perjuangan : Kasus Trisakti di Komisi III Saja
Pelantikan Cabang ke103 Gerakan Pembaruan PDI-P
Partai Golkar Tumbang di Sulawesi Utara
PDI Perjuangan Jatuhkan Sanksi pada Calon Walikota Solo
PBR Kubu Zaenal Diberi Tenggat Dua Hari
Megawati Kampanye di Bitung : Tak Mematok target
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan
Hari Pencoblosan, NTB Libur
Presiden Buka PON XVII Malam Ini
Presiden Resmikan PLTU Milik Dahlan Iskan
Belum Diresmikan, Fly Over Ciputat Telah Dibuka

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data