|
LSM Agama Kecam Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah
Kamis, 14 Juli 2005 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga swadaya masyarakat lintas agama ICRP mengecam penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah 9 Juli lalu. Aksi penyerangan itu, menurut Dawang Raharjo, dari Muhamadiyah merupakan bentuk teror yang sesungguhnya. Padahal aksi pembom J.W Marriott saja dilakukan diam-diam.
“Tapi ini terang-terangan menyatakan berada dibalik kasus penyerangan yaitu Front Pembela Islam, dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Islam,” katanya dalam jumpa pers bertema menyikapi fenomena radikalisasi agama dan minimnya kebebasan berkeyakinan di Indonesia, Jakarta, Kamis (14/7).
Seluruh perwakilan organisasi agama yang hadir menyatakan pengecaman mereka terhadap penyerangan itu. Alasannya, kebebasan beragama dan berkepercayaan sudah dijamin dalam UUD 1945.
Syaifullah Pontoh dari Ahmadiyah menyatakan, penyeragan peristiwa 9 Juli lalu bukan hanya serangan terhadap jemaah Ahmadiyah. “Tapi juga serangan terhadap kebebasan beragama dan terhadap HAM,” katanya. Untuk itu, lanjut dia, Ahmadiyah mengimbau masyarakat agar jangan terprovokasi oleh kekuatan-kekuatan yang mengatasnamakan agama, tapi tidak melaksanakan ajaran agama untuk bersikap santun dan toleransi.
Pada 9 Juli lalu, jemaah Ahmadiyah melakukan pertemuan tahunan (Jalsah Salanah) anggota jemaah Ahmadiyah Indonesia. Penyerangan dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang sebagian menggunakan atribut FPI dan dihadiri oleh M.Amin Djamaluddin, Pimpinan LPPI. Ami Afriatni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|